Dulu Banyak Sastrawan, Sekarang Tidak. Ada Apa di Padang Panjang?

Penulis -

Minggu, 6 Mei 2018 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar – Padang Panjang di Sumatera Barat (Sumbar) dicanangkan sebagai kota literasi. Ini sebagai upaya mendorong kecintaan masyarakat membaca dan menulis

“Dulu banyak lahir sastrawan dari Padang Panjang dan itu harus dipelihara dengan semangat literasi agar kota ini tidak tertinggal,” kata Kepala Perpustakaan Nasional, M Syarif Bando, di Padang Panjang, Sabtu.

Ia menerangkan literasi memiliki empat tahapan yaitu kemampuan seseorang mengumpulkan sumber bacaan yang memungkinnya ahli di bidangnya. Kemudiankemampuan seseorang memahami apa yang tersirat dari yang tersurat.

Lalu kemampuan membangun ide-ide baru. “Ini sudah jelas kalau tanpa membaca mustahil bisa punya gagasan atau ide baru yang membangun,” katanya.

Tahapan terakhir yaitu kemampuan dalam menciptakan barang dan jasa. Hal tersebut menjadi ukuran literasi pada tingkat tertinggi.

Perpustakaan Nasional, katanya, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan di daerah untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap baca dan tulis.

“Bagaimanapun tanpa membaca sulit rasanya untuk lepas dari ketertinggalan. Usai pencanangan kecintaan terhadap membaca benar-benar ditumbuhkan,” katanya. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB