Jakarta, Prokabar — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo turut berduka cita dan berbela sungkawa yang mendalam, atas meninggalnya Saudara Syahrul Anto, dari Badan SAR Nasional (Basarnas), yang bertugas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
“Pengabdiannya dan rekam jejaknya menunjukkan bahwa beliau mimiliki keterpanggilan jiwa untuk selalu menolong manusia lainnya,” ungkap Mendagri, dalam keterangan tertulisnya, Senin, (5/11).
Menurut Mendagri, negeri ini sangat membutuhkan lahirnya sosok Syahrul Anto lainnya yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara dari kepentingan dirinya sendiri.
“Semangat kepahlawan Syahrul Anto harus ditularkan kepada seluruh anak bangsa. Mari bersatu memberikan uluran tangan memberikan bantuan kemanusiaan kepada saudara kita yang terkena dampak bencana gempa Lombok, Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, bencana banjir, dan Lion Air” paparnya.
Dia mengharapkan, sosok Syahrul Anto dapat menjadi inspirasi untuk selalu memiliki kepekaan, dan memberi pertolongan kepada masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan.
Sebelumnya, Syahrul Anto, penyelam Badan SAR Nasional (Basarnas) wafat saat bertugas melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. (*/hdp)
















