Padang, Prokabar – Padang seolah terisolir dengan Kabupaten/Kota di wilayah timur. Senin (10/12) jembatan di Kayu Tanam hancur. Jalur tersebut lumpuh total. Saat ini proses pembangunan jembatan sementara masih dilakukan.
Lalu ada jalur alternatif. Jalan melewati Malalak. Jalan ini agak rawan karena beberapa titik rawan longsor. Selasa (11/12) jalur ini sempat putus, karena tertimbun longsor.
Kemudian ada jalur alternatif melalui perkampungan warga di Kayu Tanam. Untuk roda 2 mungkin tidak masalah. Tapi mobil dan truk jelas menjadi masalah. Alasannya jalan kecil dan berlubang. Ditambah lagi jembatan yang dikhawatirkan tidak mampu menahan beban dari mobil dan truk.
Jalur lain adalah melewati Solok. Rabu (12/12) dini hari di Sitinjau Lauik terjadi longsoran. Tanah, batu dan pepohonan menutupi badan jalan. Hingga Rabu siang jalur tersebut belum kunjung normal.
“Saya sudah sejak subuh terjebak macet panjang di Sitinjau Lauik ini, sampai siang kendaraan belum bergerak,” ungkap Ilham, warga Sawahlunto yang ingin ke Padang.
Lalu kalau warga Padang ke Bukittinggi dan sekitarnya lewat mana? Satu-satunya jalur yang masih relatif aman adalah melalui Danau Maninjau dan kelok 44. Tapi kawasan kelok 44 juga rentan terhadap longsor.
Jalan merupakan jalur ekonomi. Tempat uang berjalan, mengalir ke seluruh daerah. Jika jalan itu terhambat perputaran ekonomi juga terganggu. Berapa kerugian ekonomi sumbar karena masalah ini? Belum ada yang menghitung. (laf)
















