Duh, Kota Padang Terkurung Longsor

Penulis -

Rabu, 12 Desember 2018 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Padang seolah terisolir dengan Kabupaten/Kota di wilayah timur. Senin (10/12) jembatan di Kayu Tanam hancur. Jalur tersebut lumpuh total. Saat ini proses pembangunan jembatan sementara masih dilakukan.

Lalu ada jalur alternatif. Jalan melewati Malalak. Jalan ini agak rawan karena beberapa titik rawan longsor. Selasa (11/12) jalur ini sempat putus, karena tertimbun longsor.

Kemudian ada jalur alternatif melalui perkampungan warga di Kayu Tanam. Untuk roda 2 mungkin tidak masalah. Tapi mobil dan truk jelas menjadi masalah. Alasannya jalan kecil dan berlubang. Ditambah lagi jembatan yang dikhawatirkan tidak mampu menahan beban dari mobil dan truk.

Jalur lain adalah melewati Solok. Rabu (12/12) dini hari di Sitinjau Lauik terjadi longsoran. Tanah, batu dan pepohonan menutupi badan jalan. Hingga Rabu siang jalur tersebut belum kunjung normal.

“Saya sudah sejak subuh terjebak macet panjang di Sitinjau Lauik ini, sampai siang kendaraan belum bergerak,” ungkap Ilham, warga Sawahlunto yang ingin ke Padang.

Lalu kalau warga Padang ke Bukittinggi dan sekitarnya lewat mana? Satu-satunya jalur yang masih relatif aman adalah melalui Danau Maninjau dan kelok 44. Tapi kawasan kelok 44 juga rentan terhadap longsor.

Jalan merupakan jalur ekonomi. Tempat uang berjalan, mengalir ke seluruh daerah. Jika jalan itu terhambat perputaran ekonomi juga terganggu. Berapa kerugian ekonomi sumbar karena masalah ini? Belum ada yang menghitung. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB