Lubuk Basung, Prokabar — Buya Hamka menjadi sosok teladan bagi generasi penerus. Kerasnya hati dalam menuntut segala ilmu dan menjadikan penderitaan sebagai motivasi hidup dan anugrah dari Illahi.
Dua hal itulah yang membuat beliau mampu menjadi sosok ulama teladan umat muslim di Indonesia maupun di Asia Tenggara dan belahan dunia. Ulama cendikiawan yang melahirkan 118 buku karangan. Sekaligus journalis, sastrawan, budayawan, sejarawan dan negarawan yang berjuang untuk kejayaan bangsa. Sehingga dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 8 November 2011.
Untuk membangkitkan kecintaan dan keteladanan Buya Hamka kembali bangkit, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Agam, menggelar lomba menulis Tokoh Buya Hamka tingkat SD, SMP, SMA dan Guru Se-Kabupaten Agam. Melalui lomba menulis ketokohan Buya Hamka, kita budayakan literasi serta keteladanan Buya Hamka bagi Generasi Muda.
“Buya Hamka adalah tokoh besar kita selain pahlawan nasional juga sekaligus seorang ulama, sastrawan, budayawan, politik yang terkenal bukan hanya di Sumatra Barat tetapi juga sampai ke luar negeri. Buya Hamka terlahir dari darah ulama yang ayahnya terkenal plopped gerakan pembaharuan reformasi Islam di Minangkabau,” ungkap Kepala Disdikbud Agam, Isra melalui Kabid Pembina SMP, Firzal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memahami dan meneladani Buya Hamka. “Tentuknya tidak hanya melalui lomba menulis saja. Akan tetapi diharapkan selalu mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka,” lanjutnya.
Museum tersebut tidak hanya aset Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat akan tetapi aset terbaik Indonesia. Namun sangat disayangkan, kunjungan ke Museum didominasi Wisatawan Malaysia. “Hendaknya mulai saat ini, kita dari Pemda Agam beserta seluruh guru dan pelajar se – kabupaten Agam, mulai menggerakan Ayo Ke Museum,” pungkasnya. (rud)
















