Disdikbud Agam Gelar Lomba Menulis Tentang Keteladanan Buya Hamka

Penulis -

Jumat, 20 Desember 2019 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Buya Hamka menjadi sosok teladan bagi generasi penerus. Kerasnya hati dalam menuntut segala ilmu dan menjadikan penderitaan sebagai motivasi hidup dan anugrah dari Illahi.

Dua hal itulah yang membuat beliau mampu menjadi sosok ulama teladan umat muslim di Indonesia maupun di Asia Tenggara dan belahan dunia. Ulama cendikiawan yang melahirkan 118 buku karangan. Sekaligus journalis, sastrawan, budayawan, sejarawan dan negarawan yang berjuang untuk kejayaan bangsa. Sehingga dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 8 November 2011.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Untuk membangkitkan kecintaan dan keteladanan Buya Hamka kembali bangkit, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Agam, menggelar lomba menulis Tokoh Buya Hamka tingkat SD, SMP, SMA dan Guru Se-Kabupaten Agam. Melalui lomba menulis ketokohan Buya Hamka, kita budayakan literasi serta keteladanan Buya Hamka bagi Generasi Muda.

“Buya Hamka adalah tokoh besar kita selain pahlawan nasional juga sekaligus seorang ulama, sastrawan, budayawan, politik yang terkenal bukan hanya di Sumatra Barat tetapi juga sampai ke luar negeri. Buya Hamka terlahir dari darah ulama yang ayahnya terkenal plopped gerakan pembaharuan reformasi Islam di Minangkabau,” ungkap Kepala Disdikbud Agam, Isra melalui Kabid Pembina SMP, Firzal.

Baca Juga :  BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memahami dan meneladani Buya Hamka. “Tentuknya tidak hanya melalui lomba menulis saja. Akan tetapi diharapkan selalu mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Museum tersebut tidak hanya aset Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat akan tetapi aset terbaik Indonesia. Namun sangat disayangkan, kunjungan ke Museum didominasi Wisatawan Malaysia. “Hendaknya mulai saat ini, kita dari Pemda Agam beserta seluruh guru dan pelajar se – kabupaten Agam, mulai menggerakan Ayo Ke Museum,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Berita Terbaru