Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi

Penulis -

Senin, 23 Juli 2018 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun bisa mengalami depresi?

Karena depresi bukanlah penyakit fisik yang bisa dengan cepat dilihat secara kasat mata, tak jarang orangtua pun sulit atau bahkan terlambat melihat tekanan depresi yang dialami oleh sang anak.

Ada banyak hal yang bisa memicu si kecil menjadi depresi. Seperti kurangnya perhatian, tumbuh besar di lingkungan keluarga yang broken home,  di bully oleh teman-teman dan lingkungannya, atau mendapat tuntutan orangtua yang memaksakan dirinya agar ia menjadi pintar, sempurna, dan terbaik di sekolahnya, sehingga menyebabkan ia memiliki pandangan negatif mengenai dirinya, orangtuanya dan dunianya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Depresi pada anak ditandai dengan beberapa fase :

Fase pertama adalah Fase Protes. Dimana anak akan selalu menangis dan mengalami emosi yang naik turun.

Fase kedua adalah Disapears atau putus asa, Dimana tahap ini menjadi awal mula bentuk depresi yang sesungguhnya. Rewel, anak mulai tidak mau makan, dan perkembangan anak terlambat.

Fase ketiga, Detouch. Dimana anak sudah kecewa dan tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

 

Lalu bagaimana orangtua bisa melihat seorang anak mengalami depresi di usia dini?

KenaliTanda-Tanda Depresi Pada si Kecil

  1. Si kecil mempunyai suasana hati yang marah atau sedih sepanjang hari. Terkadang ia pun mengungkapkan perasaan sedih atau marahnya dengan diam atau dalam bentuk emosi yang meletup-letup.
  2. Tidak menikmati hal-hal yang dulu membuatnya senang.
  3. Perubahan berat badan yang signifikan, dapat meningkat atau turun drastis.
  4. Tidak dapat tidur pada malam hari atau terlalu banyak tidur pada siang hari.
  5. Tidak ingin bersama-sama dengan keluarga atau teman-teman.
  6. Kurang energi atau merasa tidak mampu mengerjakan tugas sederhana.
  7. Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah, serta rendahnya percaya diri dan merasa tidak dianggap, tidak dicintai.
  8. Menurunnya nilai-nilai akademik. Kesulitan untuk konsentrasi atau membuat keputusan.
  9. Tidak peduli akan masa depan, ingin pergi dari rumah dan menghilang
  10. Merasa sakit atau perih padahal tidak ada sesuatu yang terjadi pada tubuh.
  11. Sering berpikir mengenai kematian atau bunuh diri. (rsk)
Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB