Artikel

Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi

Jakarta, Prokabar – Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun bisa mengalami depresi?

Karena depresi bukanlah penyakit fisik yang bisa dengan cepat dilihat secara kasat mata, tak jarang orangtua pun sulit atau bahkan terlambat melihat tekanan depresi yang dialami oleh sang anak.

Ada banyak hal yang bisa memicu si kecil menjadi depresi. Seperti kurangnya perhatian, tumbuh besar di lingkungan keluarga yang broken home,  di bully oleh teman-teman dan lingkungannya, atau mendapat tuntutan orangtua yang memaksakan dirinya agar ia menjadi pintar, sempurna, dan terbaik di sekolahnya, sehingga menyebabkan ia memiliki pandangan negatif mengenai dirinya, orangtuanya dan dunianya.

Depresi pada anak ditandai dengan beberapa fase :

Fase pertama adalah Fase Protes. Dimana anak akan selalu menangis dan mengalami emosi yang naik turun.

Fase kedua adalah Disapears atau putus asa, Dimana tahap ini menjadi awal mula bentuk depresi yang sesungguhnya. Rewel, anak mulai tidak mau makan, dan perkembangan anak terlambat.

Fase ketiga, Detouch. Dimana anak sudah kecewa dan tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.

 

Lalu bagaimana orangtua bisa melihat seorang anak mengalami depresi di usia dini?

KenaliTanda-Tanda Depresi Pada si Kecil

  1. Si kecil mempunyai suasana hati yang marah atau sedih sepanjang hari. Terkadang ia pun mengungkapkan perasaan sedih atau marahnya dengan diam atau dalam bentuk emosi yang meletup-letup.
  2. Tidak menikmati hal-hal yang dulu membuatnya senang.
  3. Perubahan berat badan yang signifikan, dapat meningkat atau turun drastis.
  4. Tidak dapat tidur pada malam hari atau terlalu banyak tidur pada siang hari.
  5. Tidak ingin bersama-sama dengan keluarga atau teman-teman.
  6. Kurang energi atau merasa tidak mampu mengerjakan tugas sederhana.
  7. Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah, serta rendahnya percaya diri dan merasa tidak dianggap, tidak dicintai.
  8. Menurunnya nilai-nilai akademik. Kesulitan untuk konsentrasi atau membuat keputusan.
  9. Tidak peduli akan masa depan, ingin pergi dari rumah dan menghilang
  10. Merasa sakit atau perih padahal tidak ada sesuatu yang terjadi pada tubuh.
  11. Sering berpikir mengenai kematian atau bunuh diri. (rsk)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top