Dampak Pandemi Covid 19, Pariwisata Tanah Datar Tahun 2020 Anjlok

Penulis -

Senin, 21 Desember 2020 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Pandemi Covid 19 yang melanda turut berdampak terhadap sektor pariwisata di Tanah Datar. Terlebih, sektor pariwisata selama ini turut menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat setempat dan juga salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga mengaku jika dibandingkan tahun 2019, pada 2020 memang terjadi penurunan kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Penurunan kunjungan gampir terjadi diseluruh destinasi wisata.

Dari Januari hingga November 2020, tercatat kunjungan wisatawan domestik sebanyak 725.163 dan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 9.602, atau total keseluruhan sebanyak 734.765.

Sedangkan, pada bulan April dan Mei 2020 tidak tercatat adanya kunjungan. Hal ini disebabkan pada saat itu adanya pemberlakuan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB), dimana seluruh objek wisata ditutup untuk sementara waktu.

Total kunjungan tahun 2020 itu berasal dari 16 destinasi wisata seperti Istano Basa Pagaruyung, Batu Angkek Angkek, Puncak Pato, Panorama Tabek Patah, Aia Angek Padang Gantiang, Lembah Anai, Nagari Tuo Pariangan, Batu Batikam, Batu Basurek, Pandai Sikek, Rumah Pohon Tabek Patah, Pacu Jawi, Puncak Aua Sarumpun, Wisata Pendakian Gunung, dan Pasar Vander Capellen.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tanah Datar Abdul Hakim mengungkapkan, pandemi Covid 19 yang melanda secara otomatis mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Tanah Datar. Dibandingkan tahun 2019, persentase penurunan jumlah wisatawan mencapai 50% dari target kunjungan 1 juta wisatawan.

“Kalau disaat akhir pekan atau libur panjang, kunjungan bisa dikatakan hanya 60% dibandingkan kondisi normal, sedangkan pada hari biasa hanya 40% jika dibandingkan dalam kondisi normal,” tambahnya.

Dampak lain dari pandemi Covid 19 yaitunya berhentinya roda perekonomian masyarakat yang memang bertumpu pada sektor kepariwisataan.

“Seperti di Istano saja, banyak pelaku usaha kita yang tidak beraktifitas saat itu, itu merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid 19,” ungkap Abdul Hakim saat dimintai keterangannya, Senin (21/19).

Pandemi Covid 19 juga merubah pola berwisata wisatawan ke Tanah Datar dan Sumatera Barat pada umumnya. Dimana, setiap wisatawan yang datang mesti menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi munculnya cluster dari pariwisata.

“Ke Istano saja pengunjung wajib melalui cek suhu tubuh, dan menggunakan masker. Untuk naik ke rumah gadang saja, pengunjung dibatasi jumlahnya,” lanjutnya.

Sebagai bahan evaluasi lanjut Hakim, kondisi yang sama akan masih diterapkan pada tahun 2021 mendatang. Disetiap destinasi wisata Tanah Datar, wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Tentunya di tahun 2021, penegasan protokol kesehatan di destinasi wisata akan lbih ditekankan. Tidak menutup kemungkinan, bagi pelanggar akan diberikan sangsi tegas. Sangsi bisa berupa penutupan objek wisata dan lain sebagainya,” tutup Abdul Hakim. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah
Training Top Leader Sumatra And Beyond, Peserta Puas Dapat Pengalaman Sarat Makna

Berita Terkait

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Sabtu, 18 Maret 2023 - 18:17 WIB

40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia

Berita Terbaru