Daerah

Dahniar, Usia Senja dan Tak Berdaya Rumah Terbakar Pula


Sungguh malang nasib Dahniar, korban kebakaran di Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung, Tanah Datar, Rabu (17/3) dinihari.

Dibaca : 207

Tanah Datar, Prokabar – Sungguh malang nasib Dahniar, korban kebakaran di Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung, Tanah Datar, Rabu (17/3) dini hari.

Sudahlah rumah terbakar, suaminya juga tengah mendapatkan perawatan di rummah sakit Bukittinggi karena menderita stroke.

Dahniar juga menderita penyakit yang sama dengan suami, kini dia hanya bisa duduk di kursi roda.

Rumahnya terbakar pada Rabu (17/3) dini hari, Dahniar tak lagi berdaya.

Baca Juga:

Beruntung, saat kejadian, Dahniar tidak berada di kediamannya.

Dahniar sedang menjalani perawatan oleh anak saudaranya yang tinggal tak jauh dari rumahnya yang terbakar.

Dahniar adalah pensiunan guru dan pernah menjabat sebagai kepala sekolah SDN 06 Lima Kaum atau terkenal dengan SD Komplek itu.

“Korban tinggal sendiri. Suaminya ada di Padang Panjang, karena sakit juga,” ungkap Walinagari Pagaruyung, Irmaidinal Dt. Magek.

“Ibuk Dahniar sakit juga. Anak kakaknya yang merawat,” lanjut Wali Nagari.

Bantuan untuk Dahniar

Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar, telah menyalurkan bantuan terhadap Dahniar.

Bantuan yang itu berupa, terpal, matras, paket sandang, dan kebutuhan pokok lainya.

“Sudah ada bantuannya. Kalau uang duka, menunggu peraturan bupati” kata Zainal Kasi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Tanah Datar.

Baca Juga Milenialisme.com

“Namun Kita tidak menjanjikan, tapi kita harap bersabar. Karena butuh proses,” ungkap Zainal.

Satpol PP Damkar Yusnen mengatakan masyarakat patut mewaspadai kebakaran melihat tingginya kasus si Jago Merah.

Pengecekan jaringan listrik secara berkala sangat penting untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Yusnen berharap edukasi terhadap masyarakat tentang bahaya dan upaya menghindari kebakaran dahulunya rutin hingga ke nagari.

Namun, sejak pandemi Covid 19, kegiatan tersebut belum ada lagi.

“Dulu kita rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi sejak tidak boleh berkumpul karena pandemi ini, terpaksa berhenti,” ungkap Yusnen. (eym)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top