Jakarta, Prokabar — Terhitung hingga Oktober lalu, jumlah emas yang dititipkan nasabah pada PT Pegadaian (Persero) sebanyak 60 ton. Artinya investasi emas oleh masyarakat mengalami kenaikan drastis.
Hal tersebut disampaikan Heri Prasongko, Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian dalam seminar bertema ‘The Power of Gold’, Emas Sebagai Penjaga Ketahanan Perekonomian, di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).
Menurut data, jumlah nasabah emas per Oktober 2019 mencapai 3,65 juta atau tumbuh 115 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar 1,69 juta.
Sedangkan dari sisi jumlah rekening tercatat mencapai 3,73 juta dari sebelumnya 1,74 juta rekening atau tumbuh 115 persen juga. Sementara dari jumlah titipan emas, pada periode tersebut sudah mencapai 3,87 ton dari sebelumnya yang hanya 2,1 ton atau meningkat 80 persen dari tahun ke tahun.

“Masyarakat Indonesia sangat besar antusiasmenya pada emas itu bisa dilihat dari jumlah emas yang ditaruh di kami,” ujar Heri.
Banyak keunggulan yang disebutkan Heri ketika masyarakat memilih opsi investasi dalam bentuk emas. Selain tidak mengalami korosi, emas tidak terpengaruh oleh inflasi. Hanya saja investasi emas ini lebih tepat bila digunakan dalam waktu jangka panjang.
“Keunggulannya adalah nilainya jarang turun, cenderung terus naik. Dapat dengan mudah dijual atau dijadikan jaminan. Asetnya nyata, tidak terkorasi, tahan terhadap inflasi dan mudah dibawa atau disimpan,” sebut Heri.
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, PT Pegadaian meningkatkan keamanan secara profesional.
“Penyimpanan emas berada di ruangan yang tahan api, gempa dan lain sebagainya. Dijaga 24 jam dilengkapi pengamanan yang ketat,” sebut Heri.
Di penghujung presentasinya, Heri pun mengajak masyarakat yang belum menjadi nasabah untuk berinvestasi emas di Pegadaian.
“Mulai sisihkan penghasilan, investasi ini sepadan. Pilihlah tempat lembaga yang terpercaya dan tidak merugikan. Jangan tunggu harga emas turun karena tidak akan terjadi,” pungkas Heri. (beb)
















