Pasaman, Prokabar — Bulan purnama di atas langit Pasaman. Namun, tidak seperti biasa, warnanya sedikit memerah, tidak pekat. Tidak sampai dua jam, usai magrib, Kamis (13/9), purnama hilang ditelan kabut asap, yang sedari beberapa hari ini menghantui Pasaman.
“Gawat ternyata ketebalan kabut kiriman ini, sampai-sampai berubah cahaya bulan ke bumi. Belum lagi jarak pandang juga berkurang,” kata Andi, salah satu warga Lubuk Sikaping.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi mengatakan, saat ini kabut asap kiriman memang mulai terlihat jelas di Kabupaten Pasaman.
Untuk sementara, katanya, masyarakat diminta agar mengurangi aktifitas di luar rumah. Jikapun sangat diperlukan untuk keluar rumah, masyarakat diminta agar mengenakan masker atau penutup hidung.
Disamping itu, dia juga mengajak masyarakat agar segera berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat jika masyarakat mengalami mata perih atau terjadi radang tenggorokan.
“Untuk sementara, kita menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktifitas pembakaran, baik itu sampah, lahan atau ladang,” tukas Ricky. (Ola)
















