BPK Wilayah III Sumbar Dukung KPGH Hidupkan Tambua Tansa Klasik

Penulis -

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

Maninjau, Prokabar.com – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat mendukung Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH), menghidupkan Tambua Tansa Klasik dari Kepunahan. Melalui Program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026, penyelamatan Objek Pemajuan Kebudayaan seni musik tradisional sukses terselenggara pada Kamis malam (9/7).

Cuaca cerah dengan antusias masyarakat, memadati Medan Nan Bapaneh Anak Nagari Sungai Batang. Suasana yang masih membekas dampak bencana galodo, meredupkan sejenak trauma masyarakat.

“Trauma healing sekaligus penyelamatan Tambua Tansa Klasik ini, menyatukan hati masyarakat Sungai Batang. Rasa, karsa dan karya cipta masyarakat tradisional ini menghidupkan ingatan kolektif terhadap pentingnya menghargai warisan nenek moyang Sungai Batang.” Ungkap Rudi Yudistira selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KPGH.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Kegiatan merupakan support BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, melalui Fasilitas Pemajuan Kebudayaan tahun 2026. Selain penyelamatan Tambua Tansa Klasik, juga sebagai bentuk Trauma Healing atau Bangkit Dari Bencana Galodo 2025.

Ia menambahkan, kesenian musik ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai manusia dengan anugrah akal dan pikiran, lahirlah atraksi budaya yang mampu membangkitkan semangat gotong royong.

“Festival Tambua Tansa Klasik ini, mendapat dukungan dari Ninik Mamak dan Guru Tuo Tambua Tansa. Apresiasi yang sangat besar kami rasakan kali ini. Agak jauh berbeda dari belasan ivent yang pernah terlaksan pada tahun-tahun sebelumnya,” Ujarnya.

Senada dengan Walinagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo. Kemeriahan terasa memberikan sejuta makna pasca bencana banjir bandang yang melanda nagari ulama ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini yang mampu berdampak besar terhadap semangat kekompakan dan kebersamaan masyarakat. Terimakasih KPGH, yang berjibaku menghidupkan semangat hidup masyarakat.” tuturnya.

Baca Juga :  Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Bupati Agam, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri juga bangga dengan Pelestarian Kebudayaan Tradisional tersebut. Meski melanda bencana, gerakan optimis dari Anak Nagari Sungai Batang ini, patut mendapat apresiasi terbaik.

“Kami mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam sangat bangga terlaksana Festival Tambua Tansa Klasik 2026 ini. Padahal KPGH baru saja berkolaborasi dengan pihak FIB Unand, dalam kegiatan Manuskrip Syair Ulama Minangkabau di Kutub Chanah Sungai Batang. Geliat ini tentunya mendukung kemajuan Kabupaten Agam secara tidak langsung.” Terang Kadisdikbud Agam, Andri, S.T, M.T.

Baca Juga :  Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Kepala BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, melalui Hariadi memaparkan, dukungan ini berasal dana abadi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk itu, semua kelompok dan sanggar dapat berkompetisi mengajukannya ke Balai Pelestarian Kebudayaan atau langsung ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Ada dana abadi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pertama Indonesia Raya, kedua Fasilitas Pemajuan Kebudayaan. Anggaran ini sekali dalam setahun, dapat menfasilitasi setiap kelompok atau sanggar kesenian. Untuk itu, manfaatkanlah agar bisa melaksanakan kegiatan peletarian dan pemajuan kebudayaan desa.” Tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:15 WIB

UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Berita Terbaru

Daerah

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:04 WIB