Padang, Prokabar – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat menggelar pameran Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang rencananya akan berlangsung pada 4-9 Juli 2019 mendatang di Gedung Kebudayaan Sawahlunto.
Kegiatan ini merupakan upaya publikasi kota sawahlunto sebagai Warisan Dunia perlu diketahui oleh Masyarakat sehingga proses-porses pelestarian didukung bersama-sama dan memberikan efek langsung kepada masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini secara umum memberikan informasi, motivasi serta dorongan kepada pemerintah, masyarakat, generasi muda atau terpelajar untuk bersama-sama berperan aktif dalam melakukan pengelolaan, pelestarian dan mempublikasikan Cagar Budaya sebagai modal dalam pembangunan serta memperkenalkan peran Cagar Budaya sebagai ketahanan bangsa,” ujar Kepala BPBC Sumbar Nurmatias, Selasa (25/6).
Dia mengatakan, BPBC melihat ini sebagai langkah bersama sehingga harus melibatkan segala unsur kebudayaan untuk melaksanakan kegiatan bersama dalam bentuk sinergi yang dilaksanakan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.
Dijelaskan, pada tahun 2015 kota Sawahlunto masuk dalam nominasi tentatif list world Heritage oleh UNESCO. Keunikan-keunikan kota Sawahlunto sebagai kota tambang di awal abad 20 menjadi bagian penting dalam proses pelestarian cagar budaya. Pemilihan kota Sawahlunto sebagai pusat kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kota Sawahlunto menuju World Heritage.
Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Kab/Kota se Wilayah Kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Provisi Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau dengan tujuan untuk mendorong peran Cagar budaya dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini dengan rangkaian dimulai dari tanggal 4 Juli sampai dengan 9 Juli 2019 terpusat di kawasan Kota Tua Sawahlunto. Pameran bersama menjadi salah satu kegiatan pendukungan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto. Selain menciptakan sinergi dari seluruh unsur terlibat, juga media untuk memunculkan berbagai potensi tentang cagar budaya yang layak untuk diusulkan sebagai warisan dunia. Pameran ini direncanakan diadakan di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto.
Kegiatan pameran dimeriahkan dengan berbagai lomba antara lain Lomba Mewarnai Cagar Budaya, tingkat TK/ PAUD, Lomba Sketsa Cagar Budaya, Lomba Kerajinan Tangan Berbahan Batu Bara peserta tingkat SLTA, dan Lomba Jelajah Cagar Budaya peserta berasal kwartir cabang (kwarcab) Gerakan Pramuka 011 Kota Sawahlunto. Selanjutnya Lomba Pidato Bahasa Tangsi dengan tema lomba adalah “Pelestarian Warisan Budaya di Kota Wawahlunto Menuju Warisan Dunia”.
“Harapannya adalah setelah sidang UNESCO ini dan pengumuman Kota Sawahlunto Warisan Dunia maka kita sama-sama menjadi pelopor pelestrian dan memberikan pengaruh terhadap masyarakat,” tambah Kepala BPCB Sumatera Barat.
Dalam rangkaian acara ini juga diadakan Penandatanganan dilakukan oleh seluruh Pemangku Kepentingan Pengusul OCMHS menjadi Warisan Dunia UNESCO Dirjen Kebudayaan, Dirjen Perkeretaapian, Direktur PT KAI, Direktur PT BA, Gubernur Sumatera Barat, Walikota Sawahlunto, Bupati Solok, Walikota Solok, Bupati Tanah Datar, Walikota Padang Panjang, Bupati Padang Pariaman, Walikota Padang.(mbb)
















