Pasaman, Prokabar — Harga gas elpiji 3 kilogram mencekik warga di Pasaman. Meraung ke langit tujuh warga dibuatnya. Berdalih langka, harga gas ‘diangkat’ setinggi-tingginya oleh pedagang. Bervariasi harganya, mulai dari Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per tabung.
Anehnya, harga gas ini hanya melambung tinggu di ujung-ujung Kabupaten Pasaman. Seperti di Kecamatan Tigo Nagari, Panti, Rao hingga Rao Utara. Di pusat kota, Lubuk Sikaping sekitarnya, harga gas ini sangatlah normal. Bahkan tidak ada juga kelangkaan.
“Bantu lah kami pak. Semena-menanya penjual gas ini kepada kami konsumen. Mengadu pada pemerintah, sudah berbuih mulut kami, tidak ada hasilnya,” kata salah seorang warga Panti, Fendi (39).
Pantauan Prokabar.com, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan hanya berkisar Rp22 ribu. Tidak ada pengawasan dari pihak bertanggungjawab di daerah ini untuk pendistribusian dan harga jualnya.
Menurut Fendi, yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat, diduga yang bermain dalam penjualan gas 3 kilo tersebut adalah para pengecer di daerah itu. (Ola)
















