Padang, Prokabar — Beragam produk-produk mahasiswa ditampilkan saat expodi Universitas Andalas pada Rabu hingga Jumat (23-25/10) di Pelataran Parkir Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang.
Kepala UPT Kewirausahaan Universitas Andalas Asmi Abas, mengatakan kegiatan expo produk mahasiswa ini diikuti oleh 138 peserta dengan total 400 orang dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Sumatera.
“Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini menampilkan produk-produk mahasiswa diantaranya produk makanan, industri kreatif dan juga jasa,” ungkapnya.
Disebutkannya adapun perguruan tinggi yang ikut dalam expo ini diantaranya Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Bengkulu, Stikes Hang Tuah, Politeknik Negeri Padang, Stikes Mercubakti Jaya Padang, Universitas Negeri Padang, Universitas Putra Indonesia, Universitas Baiturrahmah, Universitas Negeri Medan, IAI Yesni Bungo Jambi, Universitas Dharma Andalas.
Selain itu, Universitas Syiah Kuala, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang, Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, ISI Padang Panjang, STKIP PGRI Sumbar, Universitas Muhammad Natsir Bukittinggi, STIFI Perintis Padang, UIN Imam Bonjol, Universitas Ekasakti dan masih banyak yang lain.
Ia juga menyampaikan total hadiah yang akan diperebutkan oleh peserta yakni sebesar Rp. 17.000.000,- dari juara satu hingga harapan.
Lalu, ia juga mengatakan panitia juga akan menilai stand mana yang dekorasinya menarik dan unik dan akan memberikan hadiah menarik bagi stand tersebut.
Untuk hari ini (24/20) dikatakannya akan dilakukan penilaian oleh juri yang berasal dari IPB, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, UMKM serta juga dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Hermansah, mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk dikembangkan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada mahasiswa diseluruh perguruan tinggi baik PTN maupun PTS.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan jumlah wirausaha di suatu negara kerap dianggap sebagai indikator kemajuan. “Patokannya minimal 2% dari jumlah penduduk harus berprofesi sebagai wirausaha,” ujarnya.
Dijelaskannya dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, negeri ini paling kurang harus memiliki 5 juta jiwa wirausaha.
Diungkapkannya dibandingkan dengan negara tetangga, harus diakui indonesia kalah jumlah. Singapura ada di angka 7%, Malaysia 5%, Thailand 4,5%, dan Vietnam 3,3%. Amerika dan Jepang sudah melejit jauh.
Ia juga menekankan kepada mahasiswa untuk jangan mencari kerja (Job Seeker)tetapi menciptakan lapangan kerja (Job Creator)baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Diharapkannya dari kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi bagi mahasiswa yang baru merintis dan bagi yang sudah existing usaha coba minta feedback dari orang yang berkunjung minta masukan sehingga akan menambah semangat untuk memberikan kreativitas-kreativitas dan inovasi baru dari produk sendiri. (*/hdp)
















