Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun

Penulis -

Kamis, 11 Mei 2017 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tergusurnya Industri Rokok

Data Adstensity menunjukkan bahwa komposisi top 10 brands mengalami perubahan yang cukup banyak jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2016. Pada periode tersebut, industri rokok menguasai komposisi top 10 brands dangan peringkat 4 besar dipegang oleh brand rokok. Berikut ini grafik pada kuartal tahun lalu:

Sebelumnya, Adstensity mencatat, Djarum merupakan brand yang paling banyak mengeluarkan dana belanja iklan pada kuartal I 2016. Total ad spending Djarum saat itu mencapai Rp611 miliar. Di belakang Djarum, terdapat brand Dunhill Mild dengan total belanja iklan mencapai Rp459 miliar. Selanjutnya, iklan Sampoerna dan Gudang Garam masing-masing mencapai Rp447 miliar dan Rp429 miliar.

Sedangkan mengacu pada grafik kuartal I tahun ini (2017) di awal tulisan ini, komposisi top 10 brand saat ini lebih dikuasai oleh merek-merek dari industri Personal Care, yaitu brand Garnier, Dove, Ponds, dan Pantene. Industri rokok sendiri hanya mewakilkan 2 brand nya di Top 10 Brands dalam hal dana belanja iklan. Sampoerna tercatat di peringkat ke-2 dengan dana belanja iklan sebesar Rp331,5 miliar, turun sebesar 25,95% dari kuartal I tahun 2016. Sedangkan Djarum berada di peringkat ke-7 dengan mengeluarkan dana untuk beriklan sebesar Rp265,9 milliar, turun sebesar 56,53% dari kuartal I  tahun lalu. Sementara di peringkat pertama ada brand Walls dengan dana belanja iklan tertinggi yang mencapai Rp403,7 miliar.

Total Belanja Iklan

Hasil monitoring Adstensity menunjukkan bahwa pada kuartal I 2017, total belanja iklan di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp22,78 triliun.

Dapat dilihat pendapatan media stasiun televisi dari belanja iklan setiap bulannya mengalami kenaikan. Di bulan Januari 2017 total pendapatan mencapai Rp6,65 triliun dan pada bulan Februari mengalami kenaikan pendapatan sebesar 10,85% dengan total pendapatan sebesar Rp7,37 triliun. Pada Maret 2017 pendapatan media mencapai Rp8,75 triliun, naik 18,78% dari bulan Februari 2017.

Masih sama dengan kuartal tahun lalu, pada kuartal I 2017 RCTI merupakan stasiun yang paling banyak mendapatkan pendapatan dari belanja iklan. Pada kuartal I 2017, RCTI mengumpulkan total pendapatan hingga Rp3,37 triliun. Sedangkan untuk peringkat kedua terjadi pergeseran, yang pada kuartal I tahun lalu ada stasiun televisi SCTV dengan pendapatan sebesar Rp3,2 trilun. Pada kuartal I tahun 2017, ANTV berada di peringkat kedua dengan total revenue mencapai Rp2,92 triliun, naik sebesar 21,63% dari tahun lalu yang berada di posisi ke-5 dalam jumlah pendapatan dari iklan televisi. Selanjutnya SCTV turun keposisi ke-3 dengan pendapatan sebesar Rp2,94 triliun. Kemudian Indosiar dan MNC TV mendapat total revenue masing-masing sebesar Rp2,88 triliun dan Rp2,63 triliun.

Jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2016, pendapatan stasiun TV dari total belanja iklan justru mengalami penurunan. Di kuartal I 2016 total pendapatan media stasiun TV mencapai Rp22,92 triliun, yang berarti pada kuartal I 2017 mengalami penurunan 0,64%. Dari 13 stasiun TV, 7 stasiun TV mengalami penurunan pendapatan iklan televisi. Stasiun TV RCTI yang paling banyak mendapatan dari dana belanja iklan justru mengalami penurunan sebesar 0,11% di kuartal I 2017 dibandingkan dengan kuartal I 2016. Stasiun yang mengalami penurunan pendapatan terbesar yakni TV One yang pendapatannya turun sebesar 44,34%. Sedangkan pendapatan dari iklan televisi yang paling banyak mengalami kenaikan adalah TVRI yang naik sebesar 293,64%, kemudian disusul oleh ANTV yang mengalami kenaikan sebesar 21,63%. Kenaikan pendapatan terbesar selanjutnya adalah Net TV naik sebesar 15,60% dan Indosiar mengalami kenaikan sebesar 12,95%.

Sebagai catatan, data statistik di atas diperoleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan tvc di 13 stasiun tv nasional, yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, Trans TV, Trans7, Global TV, Metro TV, TV One, ANTV, Kompas TV, Net TV, dan TVRI.

Adstensity mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto. Data ini tidak memberikan informasi apabila ada diskon atau potongan harga atau deal-deal lain dalam praktik bisnis antara pemasang iklan dan stasiun TV yang bersangkutan di luar dari Rate Iklan yang telah di tetapkan.

Selain itu, penyebutan nama-nama produk di atas tidak dimaksudkan untuk tujuan komersial atau soft campaign, namun hanya sebagai dukungan informasi semata.

“Adstensity merupakan produk monitoring iklan televisi milik PT SIGI Kaca Pariwara (SGP),” kata Sapto Anggoro, Kamis (11/5/2, Kamis (11/5/2017) **

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB