Trending | News | Daerah | Covid-19

Kriminal

Bejat! Dukun Cabul Gagahi Gadis Belia

Dibaca : 488

Kayu Tanam, Prokabar — Sungguh malang dialami gadis (nama samaran) ini. Akibat diembel-embelkan adanya emas secara gaib oleh teman, mau saja terbujuk rayu tersangka S (49), dan dicabuli Paranormal berotak bejat.

Untuk memuluskan rencananya, S dan dua remaja polos yang merupakan warga Kuranji, Kota Padang, meminta mereka ke lokasi prakteknya di Korong Sungai Patai, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah sampai, malah tidak emas yang didapat, malah perlakuan asusila malah diterimanya.

“Kejadian berawal perkenalan Gadis melalui temannya Bunga dengan pelaku S. Dengan modus, pelaku mampu mengeluarkan emas secara gaib tersimpan dari dalam diri Bunga dan Gadis,” ungkap Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho didampingi Kasat Reskrim, AKP Lija Nesmon.

Dua gadis polos itu berhasil diperdaya dan mau saja terbujuk rayu modus bejat tersebut, dan menemui pelaku ke lokasi kejadian.

Perisiwa itu terjadi pada Selasa, 14 Mei 2019 lalu, sekitar pukul 23.30 WIB di Sungai Patai, tempat pelaku melakukan praktek paranormalnya. Awalnya S, telah berhasil diperdaya dengan imingan emas secara gaib akan segera keluar. Namun emas itu bisa ditarik hanya ditempat khusus. Kemudian, bunga dan gadis mengikuti permintaan pelaku untuk menemunya di Kayu Tanam. Di sana, Gadis berhasil digagahi setelah Bunga diminta di suruh keluar ruangan praktek S.

“Pelaku S mengaku Gadis tidak lagi perawan dan harus disucikan dan dikembalikan keperawananya terlebih dulu. Di saat itulah perilaku bejat itu dilakukan dukun cabul tersebut kepada Gadis. Sementara Bunga, teman Gadis menunggu di luar ruang praktek,” terangnya.

Tersangka S berhasil tangkap di rumahnya, Pasar Lalang, Kuranji, Kota Padang. Setelah adanya laporan perbuatan cabul kepada gadis malang tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 289 KUHP tentang Perbuatan Cabul. “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dihukum karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan pidana selama-selamanya sembilan tahun.” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top