Trending | News | Daerah | Covid-19

Lifestyle

Begini Seruan ”Ayo Olahraga ‘Pakai’ Masker” ala Sacti Club Taekwondo Indonesia

Dibaca : 371

Jakarta, Prokabar – Setelah dua bulan kegiatan dihentikan selama pandemi covid-19, Sacti Club Taekwondo Indonesia unit Bintaro kembali beraktifitas. Bertempat di area parkir Sekolah Pembangunan Jaya, Bintaro, lebih dari 50 siswa taekwondoin terlihat begitu bersemangat.

Mengenakan masker sesuai protokol kesehatan, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Minggu ini turut mengundang perhatian masyarakat. Termasuk Prokabar.com yang penasaran dengan kegiatan mereka.

Selama latihan berlangsung, protokol kesehatan tetap dijalankan mereka. Cek kesehatan, penggunaan hand sanitizer dan mengenakan masker jadi keharusan bagi seluruh anggota.

”Sebelum memulai aktifitas, kami semua sudah memenuhi protokol kesehatan. Alhamdulillah sejak Juni hingga sekarang kami dalam keadaan sehat,” ucap Sabem (sebutan pemegang sabuk hitam) Temmy Nasution didampingi Sabem PW Bierlee membuka perbincangan dengan Prokabar.com

Ditengah polemik agar tetap di rumah selama pandemi seperti sekarang ini, Temmy mewakili Sacti Club justru khawatir dengan kondisi kesehatan taekwondoin. Rasa takut untuk keluar rumah, jadi alasan bagi Sacti untuk meluruskan anjuran yang disalah artikan.

”Banyak orang takut ke luar dan memilih diam di rumah tapi nggak olahraga. Malah jadinya sakit-sakitan dan justru berat badan bertambah,” ujarnya.

”Kondisi ini sebenarnya nggak bagus untuk perkembangan olahraga secara umum, beladiri khususnya. Kesehatan anak-anak juga terganggu, biasanya aktif latihan. Akhirnya kita sepakat kembali berolahraga (latihan) tapi tetap mengikuti protokol kesehatan,” jelas Temmy menambahkan.

Tentang banyaknya pendapat tentang penggunaan masker selama berolahraga, pemegang sabuk hitam ini menjelaskan dilema ini tak perlu jadi persoalan.

”Masker dan olahraga itu tak masalah sebenarnya. Asal kita mengerti kapan menutup hidup dan mulut serta membuka saluran oksigen (hidung) yang tepat pada waktunya,” bebernya.

Dicontohkan Temmy, penggunaan masker dipakai menyeluruh ketika para taekwondoin melakukan pemanasan dan gerak tubuh yang hanya memerlukan sedikit asupan oksigen. Selanjutnya ketika memasuki gerakan seperti menendang (membutuhkan energi berlebih) dan membutuhkan asupan oksigen lebih banyak, maka saluran oksigen dibuka (hidung). Namun mulut tetap dalam kondisi tertutup.

”Ketika pemanasan dengan waktu yang konstan dan tidak perlu tenaga berlebih, masker dipakai menutup hidung dan mulut. Pada saat intens melakukan gerak sampai limit pernafasan barulah melonggarkan saluran oksigen melalui hidung dan tetap menutup mulut agar droplet tidak keluar,” jelas Temmy.

”Penggunaan (masker) secara menyeluruh dalam kegiatan yang high intense seperti lari sprit akan mengurangi asupan oksigen dan mengurangi jalur keluar karbondioksida. Apabila dalam jangka waktu lama, (satu jam latihan) dapat meningkatkan kadar karbondioksida dalam darah yang mengakibatkan badan menjadi lemas, untuk itu lubang hidung harus dibebaskan bernafas dengan menurunkan masker sedikit,” tambah Temmy.

Selama menjalani rutinitas latihan (olahraga) dengan penggunaan masker dengan tepat, diakui Temmy tidak ada keluhan dari anak didiknya.

”Alhamdulillah anak-anak dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan dari para orangtua juga. Inilah jadi bahan kami untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bila menggunakan masker saat berolahraga dengan benar itu tidak mengganggu pernafasan selama bisa mengatur ritme bernafas dan mengeluarkan karbondioksia,” yakin Temmy.

Di penghujung perbincangan, Temmy mengajak masyarakat untuk berolahraga dengan aman tanpa dihantui kekhawatiran.

”Jangan takut olahraga karena kesehatan itu diraih bukan hanya di tempat yang nyaman. Tapi dengan pola hidup yang sehat, bersih dengan rutin berolahraga agar meningkatkan imun. Sekaligus mempertahankan kemampuan daya tahan tubuh kita saat melawan virus-virus di luar,” pungkasnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top