Peristiwa

Begini Misi Samawe Adventure dan Komunitas Get Plastic Atasi Sampah Plastik

Dibaca : 325

Jakarta, Prokabar – Jelang ekspedisi pendakian 30 gunung di Indonesia, Samawe Adventure kembali mendapat dukungan. Setelah Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan sederet musisi, ekspedisi ini mendapat dukungan dari komunitas Get Plastic.

Sebuah komunitas pelestari lingkungan yang berasal dari Bali ini tertarik dengan kegiatan Samawe Adventure. Bukan hanya sekedar mendaki gunung dan mengabadikan sumber kekayaan budaya sekitar, tim ini juga sekaligus melestarikan lingkungan terutama masalah sampah plastik.

“Jika di media sosial menggambarkan keindahan gunungnya saja, tapi datanglah ke sana. Begitu banyak sampah plastik yang ditinggalkan. Miris sekali karena kurangnya kesadaran dari pengunjung yang meninggalkan sampah terutama plastik di sana,” sebut Awe, founder Samawe Adventure di acara ‘Kita Dukung Program Jangan Mudik’ di Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Misi inilah yang kemudian ‘ditangkap’ komunitas Get Plastic untuk membantu menghentikan polusi tanah dan air yang berasal dari mikroplastik.

“Get Plastic memiliki reaktor yang mampu mengubah plastik zero waste, menjadi bahan bakar bensin, solar maupun minyak tanah,” jelas Handayani, founder Get Plastic.

Samawe Adventure dan Get Plastic sepakat bekerja sama untuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, agar peduli pada sampah plastik dan mengolahnya.

“Dari pada jadi sampah selamanya, lebih baik dijadikan benda-benda benilai ekonomi, seperti tas, dompet, vas bunga. Bahkan, sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar,” ujar Awe.

Ia menyayangkan perilaku manusia telah menjadikan masalah besar di kawasan gunung, yakni sampah plastik yang bertebaran, terutama botol bekas air minum yang ditinggalkan oleh para pendaki.

“Yang namanya konservasi tidak luput dari sampah. Para pendaki seringkali membuang botol bekas wadah air minum secara sembarangan. Tindakan ini mengakibatkan rusaknya kelestarian gunung itu sendiri,” jelasnya.

Harry ‘Koko’ Santoso selaku penasehat Komunitas Samawe, menekankan perlunya menjaga kebersihan gunung dari polusi sampah, utamanya plastik. Hal ini erat kaitannya dengan gunung yang merupakan sumber mata air, sekaligus sumber kehidupan.

“Kalau kita tidak bisa mengelola air dengan baik, pada gilirannya ketahanan bangsa ini pada masa mendatang akan sulit. Untuk merawat air, maka yang utama adalah menjaga gunung agar bebas dari polusi sampah plastik,” pungkas Harry ‘Koko’ Santoso. (beb)

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top