Payakumbuh, Prokabar – Hingga saat ini, ternyata banyak pekerja di Payakumbuh belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Fakta tersebut diutarakan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Sujana Ahmad saat mendampingi anggota Komisi IX DPR-RI Ade Rezki Pratama dalam Sosialisasi Program Perlindungan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan yang digelar di Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Provinsi Sumatera Barat, Senin (12/12).
Ia memaparkan, pekerjaan yang terlindungi lewat BPJS Ketenagakerjaan masih sangat minim.
“Dari 48.488 pekerja yang ada di lima Kecamatan di Payakumbuh, baru sekitar 17.597 orang atau 36.32 persen yang telah tercover. Untuk itu kita mendorong pekerja untuk masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Dalam sosialisasi yang diikuti ratusan pedagang garendong dan tukang becak tersebut, ia menjelaskan bahwa pekerja wajib terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, sebab akan melindungi diri dan keluarga.
“Dengan hanya membayar premi yang hanya 16. 800 per bulan mereka akan terlindungi. Di Payakumbuh untuk santunan kecelakaan kerja yang telah kami berikan mencapai 52 juta dan santunan kematian yang kami berikan ke ahli waris mencapai 748 juta, dimana masing-masing perorang menerima 42 juta ditambah santunan beasiswa 2 orang hingga ke Perguruan Tinggi untuk anak yang meninggal dunia.” sambungnya.
Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, dari 130 ribuan masyarakat yang bekerja di Kabupaten Limapuluh Kota, baru sekitar 36 persen yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
“Yang tercover BPJS Ketenagakerjaan, mereka berusia 17 hingga 65 tahun,” sambungnya.
Terkait kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR-RI Ade Rezki Pratama menyebutkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan penting bagi pekerja di Payakumbuh untuk masuk BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi.
“Penting untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan, sebab bisa menerima manfaat saat mengalami kecelakaan. Sebagai contoh, saat bekerja mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kematian, bagi yang telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan bisa menerima manfaat yang dapat meringankan beban, selain itu juga iuran yang dibayarkan dapat diklaim setelah tidak lagi bekerja.” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga mendaftarkan Ratusan peserta Sosialisasi menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, ratusan masyarakat itu juga tidak akan membayar premi/iuran selama tiga bulan.
Baca Juga : Ade Rezki Pratama Daftarkan Ratusan Warga Harau BPJS Ketenagakerjaan
“Hari ini kita bersama BPJS Ketenagakerjaan Pusat mendaftarkan keanggotaan ratusan peserta sosialisasi yang hadir hari ini sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, stimulus untuk tiga bulan kita perjuangkan sehingga kita harapkan kedepannya masyarakat bisa menyisihkan uang kedepannya untuk membayar iuran secara mandiri” pungkasnya.(pk)
















