Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Bantu Percepat Pemulihan Ekonomi & Industri Nasional, IBIMA Terapkan Program Unggulan

Dibaca : 98

Jakarta, Prokabar — Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA) tak hentinya membantu pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi.

Menciptakan SDM yang unggul dan kompeten melalui connected technology & system, IBIMA berharap Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Hal itu diungkapkan Founder & CEO IBIMA, Made Dana Tangkas dalam webinar Integrated Launching & Kick Off. Acara ini mengangkat tema IBIMA Membantu Mempercepat Pemulihan Ekonomi & Industri Nasional : Aplikasi Ekosistem yang Terpadu dari Riset, Inovasi & Komersialisasi untuk Produk/Jasa Karya Anak Bangsa dan Pembentukan Enterpreneur untuk IKM/UMKM/Koperasi & Industri Pedesaan Indonesia.

Made Dana mengungkapkan acara ini merupakan program IBIMA yang bekerja sama dengan PII – BKTI, IOI dan pelaku usaha/industri lainnya serta Kementerian dan Lembaga terkait.

Tujuannya untuk menyediakan berbagai jenis bentuk kerjasama, services, platform, fasilitas/infrastruktur dan pelayanan/akses multisectoral bagi bisnis & industri.

Sekaligus membantu percepatan pemulihan kondisi perekonomian dari krisis yang terjadi saat ini serta pengembangan SDM nasional yang lebih kompeten dan berdaya saing.

“Sebagai upaya mendukung pengembangan SDM dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Konsolidasi pelaksanaan pilot project connected ecosystem untuk mengintegrasikan dari riset, inovasi sampai komersialisasi dan pembentukan unit usaha & industri baru di Indonesia berbasis multisectoral stakeholders (academics, business, government, community, financing & media) adalah salah satu program IBIMA,” ungkap Made Dana.

Selain itu juga made dana melanjutkan mendorong peningkatan penggunaan produk/jasa & karya anak bangsa & TKDN termasuk aksesibilitas dengan berbagai stakeholders.

Sehingga apresiasi dan motivasi seluruh pihak bahwa kehadiran program IBIMA mampu menjawab kebutuhan ekonomi kerakyatan dan sosial saat ini, serta sangat solutif, konstruktif, kooperatif dan integratif.

Dibutuhkan upaya untuk membangun industri berdikari dan sejahtera. Seperti, kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2030 lebih besar dari 30 persen. Kerja sama antara pihak terkait pun perlu dilakukan guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih kompeten dan berdaya saing.

“Bagi bisnis dan industri dalam membantu percepatan pemulihan kondisi perekonomian dari krisis yang terjadi saat ini serta pengembangan SDM nasional yang lebih kompeten dan berdaya saing,” kata Made Dana.

Hadir dalam agenda tersebut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro yang mengungkapkan cara agar keluar dari negara berpenghasilan menengah.

Pertama, memperkuat struktur ekonomi sekaligus menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.

“Untuk memperkuat struktur ekonomi salah satunya adalah dengan lebih meningkatkan daya saing manufaktur sehingga ekonomi Indonesia harus beralih yang tadinya mengandalkan sumber daya alam menjadi yang berbasis efieiensi atau pengolahan,” bebernya.

“Fase kedua adalah fase yang sangat menentukan karena di fase ini 2026-2035 dalam 10 tahun kita ingin ekonomi kita mulai berubah menjadi eknomomi yang berbasis inovasi tidak hanyasekedar bisa mengolah atau membuat tetapi kita mulai menjadi bangsa yag lebih Inovatif,” kata Bambang menambahkan.

Masuk fase ke tiga di 10 tahun terakhir kita harapkan ekonomi indonesia sudah menjadi ekonomi moderen yang berbasis kualitas dan yang lebih penting berkelanjutan.

“Ekonomi berbasis inovasi harus di kembangkan dari sekarang kemudian menjadi ciri khas pertumbuhan ekonomi kita sampai seterusnya sebenernya,” bebernya.

Bambang mencontohkan dua negara yang lebih kecil dari Indonesia yaitu Korea Selatan dan Swedia yang saat ini menjadi negara yang sangat inovatif dan masuk dalam kategori negara maju dan tidak berhenti melakukan inovasi bahkan menelorkan produk produk terbaru contohnya Samsung salah satu produk inovasi. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top