Lubuk Basung, Prokabar – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat melakukan pembinaan terhadap 7 unit rumah baca serta puluhan penggiat literasi di Kabupaten Agam, Senin (21/2). Selain mengarahkan terkait materi tata bahasa atau ejaan Bahasa Indonesia juga memberikan kiat-kiat tata kelola Rumah Baca dan Literasi Digital.
Ketua Panitia Joni Saputra mengatakan, tujuan kegiatan menumbuhkembangkan kominitas-komunitas dan pengelola rumah baca menjadi lebih produktif dan inovatif.
“Kita berharap gerakan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komunikasi Penggiat literasi di Kabupaten Agam dengan kami Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Antar sesama penggiat dan pengelola juga dapat berkolaborasi nantinya,” ujarnya.
Aksi ini juga salah satu Gerakan Literasi Nasional yang merupakan ujung tombak Kemendikbud RI. “Dan untuk bisa sukses dan tercapai sasaran nantinya, kami akan melakukan pendataan. Apakah sudah ada komunitas yang sudah memiliki Akta Notaris atau masih sebatas kegiatan-kegiatan literasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat ini juga akan menyalurkan buku bacaan untuk anak kepada peserta.
“Rugi jika tidak memanfaatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam. Kadis Arsip dan Perpustakaan Agam Muhammad Arsyid yang cukup terbuka,” lanjutnya.
Sementara itu, Kadis Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam, Muhammad Arsyid mengatakan, pada kegiatan kali ini akan ada kiat-kiat narasumber untuk peningkatan inovasi rumah baca dan literasi generasi meningkat.
“Kita tentu berharap penggiat, pengelola rumah baca dapat berkolaborasi dengan kami dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam nantinya. Bagaimana minat baca pelajar SD dan SMP meningkat. Kami mengucapkan terimakasih kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Telah melakukan pembinaan Komunitas Baca ini,” tutupnya. (rud)
















