Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

Bahayanya Game Online dan Tergerusnya Permainan Tradisional

Ilustrasi / Int
Dibaca : 175

Oleh : Kezy Sepriani (Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Unand).

Padang, Prokabar — Menurut Bobby Bodenheimer (1999), game online diartikan sebagai program permainan yang tersambung melalui jaringan yang dapat dimainkan kapan saja, dimana saja dan dapat dimainkan bersamaan secara kelompok diseluruh dunia. Dan permainan itu sendiri menampilkan gambar-gambar menarik seperti yang diinginkan, yang didukung oleh komputer.

Istilah Game online berasal dari istilah MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Online Game), yaitu ekstensi jenis game jenis Role-Playing Game yang memiliki fasilitas multiplayer, seorang pemain dapat menghubungkan komputer ke sebuah server, melalui server tersebut, dia dapat bermain bersamaan dengan ribuan pemain di seluruh dunia. Pemain ini sama dengan jenis Role – Playing Game, yakni pemain dalam permainan.

Berdasarkan pengertian game online tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan istilah game online menunjuk pada salah satu jenis permainan yang dapat diakses melalui jaringan internet. Dalam game online tersebut terdapat seperangkat permainan yang berupa gambar-gambar menarik yang dapat digerakkan pemain. Game online tersebut bukan hanya berupa permainan yang hanya bisa ditonton saja, Tetapi para pemain dapat berpartisipasi menggerakkan gambar-gambar yang ada didalamnya secara bersama-sama dengan para pemain lainnya. Bahkan dalam game online tersebut para pemain dapat berkompetisi untuk memperoleh poin yang tinggi.

Jadi, dalam permainan game online tersebut secara psikologi dapat membangkitkan pemain untuk terus bersemangat mengalahkan pihak lawan. Secara sosiologis, permainan tersebut juga dapat dilakukan secara berkelompok, baik langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, dimana para pemain dapat mengenali pihak-pihak lain secara pribadi karena di antara mereka sudah saling mengenal secara akrab, misalnya karena mereka berasal dari satu sekolah  atau berasal dari satu kelompok sepermainan diluar sekolah. Sedangkan  secara tidak langsung, dimana para pemain tidak saling mengenal satu sama lain secara fisik. Mereka hanya kebetulan berhubungan ketika sama-sama bermain game online dalam satu jaringan permainan saat ini.

Game online merupakan salah satu hiburan yang digemari banyak orang saat ini. Cukup banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan bermain game, khusunya game online. Pria maupun wanita, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa sering merasa senang dan terhibur saat bermain game, baik melalui komputer, laptop atau ponsel. Tidak sedikit anak-anak  dan remaja kecanduan bermain game dalam waktu lama secara terus-menerus dan akhirnya mereka lebih banyak menghabiskan  waktunya untuk bermain game dari pada melakukan hal-hal positif.

Berdasarkan data hasil survei yang dilakukan oleh Cigna, 42% orang indonesia menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain game online dari pada melakukan hobi dan bersosialisasi dengan teman-teman. Hal ini juga tidak terkecuali pada anak-anak . Orang yang sudah kecanduan dalam bermain game online dapat ditandai dengan beberapa sifat, antara lain merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain, selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti, tidak peduli dengan orang-orang disekitar, bahkan enggan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anak yang kecanduan game online akan terisolir dari lingkungan sosial masyarakat. Keterampilan sosial berkurang, biasanya pemain juga bersikap kasar dan agresif  karena terpengaruh oleh apa yang dilihat pada game online, dan cenderung lebih ingin berdiam diri mengaplikasikan game online dibanding dengan berkecimpung di dunia sosial dan pada akhirnya kerap terjadi ketidak saling kenalan dengan orang-orang  disekitarnya.

Tak hanya dari segi sosial, game online ini juga akan berdampak pada adat dan kebudayaan, khususnya di daerah Minangkabau ini. Biasanya anak-anak di Minangkabau banyak melibatkan aktifitas di luar ruangan dan alat-alat yang terbuat dari alam, kini minimnya ruang bermain membuat permainan anak semakin terbatas pada gadget. Padahal permainan tradisional masih perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran anak-anak. Karena permainan tradisional mengandung unsur-unsur pendidikan dan memiliki banyak manfaat yang berguna untuk kelangsungan hidup dan bermasyarakat. Sangat berbeda dengan game online, banyak mendatangkan dampak negatif dari penggunanya, apalagi si pecandu game online. Namun, dengan seiring berkembangnya game online ini, anak-anak lebih sering menyendiri, menyibukkan diri dengan gadget masing-masing.

Dengan begitu, sedikit demi sedikit kebiasaan anak-anak di Minangkabau akan hilang. Tak ada lagi permainan dan kesenian tradisonal yang dilakukan. Semuanya tercuci oleh adanya kemajuan teknologi dan kemajuan zaman.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, membuat permainan tradisional pudar dan menghilang. Dan terlebih lagi khusunya bagi anak-anak zaman sekarang yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dengan bermain game onlinemaupun game offline. Seperti Mobile Legend, Free fire, ataupun Clash of Clans, dan tentunya sangat berbeda dengan anak-anak 90an hingga tahun 2000an awal.

Di era 90an, anak-anak biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain permainan tradisional, mulai dari permainan Cakbur, Kasti, Hompimpa, Batu Gunting Kertas, Congklak, Lompat Tali, Cik- Mancik, Badia Batuang, Pak Tekong, Kotak Pos, Ya Oma Ya Oma, Pijak Bayang, Caktum, Patok Lele, Sipak Rago, Suruak Lidih, Pacu Upiah, Semba Lakon dan sebagainya.

Namun generasi anak milenial sekarang ini sudah jarang bermain permainan tradisional tersebut. Pada dasarnya permainan tradisional merupakan warisan budaya bangsa dan warisan dari nenek moyang yang keberadaannya harus dilestarikan. Sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban untuk mempertahankan eksistensi dari permainan tradisional tersebut. Permainan tradisional bukan semata-mata permainan saja, akan tetapi terdapat nilai dan unsur budaya yang melekat didalamnya. Selain bermanfaat bagi kesehatan, kebugaran dan tumbuh kembang anak, terdapat juga nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan tradisional misalnya kejujuran, kerjasama, sportif, tolong menolong, tanggung jawab, disiplin dan masih banyak lagi dimana hal-hal tersebut dapat membangun karakter anak. Selain itu, Permainan tradisional lebih efektif dari kegiatan sehari-hari dalam rangka untuk mengembangkan kontrol objek, kemampuan lokomotor dan keterampilan dasar.

Dalam aspek sosial, permainan tradisional lebih memberi kesempatan luas kepada anak-anak untuk berbaur dan belajar bekerja sama dengan orang lain. Sehingga resiko anak bersikap individualis akan memudar.

Dalam artikel ini dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lebih memiliki nilai positif dan manfaat untuk para anak. Walaupun begitu, orang tua tidak serta merta harus melarang anaknya agar tidak mengenal gadget dan game online. Namun, cara yang efektif untuk menghindari agar anak tidak kecanduan game online tersebut yaitu sebaiknya orang tua memberi batas waktu kepada anak dalam bermain game tersebut.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya kepunahan pada permainan tradisional, sebaiknya orangtua mengenalkan bahkan mempraktekan permainan-permainan tradisional yang ada. Dengan begitu, anak diharapkan untuk turut melestarikan permainan tradisional Indonesia. (***)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top