Budaya

“Bagalimang Luluak”, Seni Beladiri Bukik Batu Patah

Tanah Datar, Prokabar – Jika silek atau silat biasanya diselenggarakan di tempat yang kering, namun bagi perguruan Silek Tuo Tanjung Bungo Nagari Pagaruyuang Kabupaten Tanah Datar menyelenggarakannya di areal persawahan.

Bagi masyarakat luas terutama di kalangan fotografer, seni bela diri tradisional ini juga lebih dikenal dengan silat bagalimang luluak atau silat lanyah menjadi objek yang sangat menarik.

Tidak jauh berbeda dengan silat pada umumnya, silat bagalimang luluak ini tetap menampilkan gerakan silek khas Minangkabau. Tentunya, di setiap perguruan silat akan memiliki gerakan yang berbeda-beda. Bagi Perguruan Silek Tuo Tanjung Bungo, pergelaran silat bagalimang luluak diselenggarakan sehabis panen padi atau sebelum sawah akan kembali ditaman oleh para petani.

“Silat bagalimang luluak selalu diselenggarakan sebelum para petani kembali menggarap sawah mereka,” ucap Midun, guru Silek Tuo tTanjuang Bungo Batu Patah.

Midun menambahkan, jika silat bagalimang luluak ini juga sebagai ajang silaturahmi peguruan silek tuo di Sumatra Barat.

“Pada pertemuan kali ini turut dihadiri oleh perguruan silat dari Pariamam, Solok Selatan, dan beberapa daerah lainnya,” tutur Midun.

Selain itu, bagi pecinta fotografi dan videografi, seni bela diri yang dimainkan di dalam lumpur ini memiliki nilai keindahan tersendiri. Buktinya, di setiap penyelenggaraan kegiatan, selalu dihadiri oleh puluhan fotografer.

Karena pertemuan yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, pertemuan perguruan silek tradisional ini juga dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 73. (eym)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top