“Bagalimang Luluak”, Seni Beladiri Bukik Batu Patah

Penulis -

Minggu, 12 Agustus 2018 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Jika silek atau silat biasanya diselenggarakan di tempat yang kering, namun bagi perguruan Silek Tuo Tanjung Bungo Nagari Pagaruyuang Kabupaten Tanah Datar menyelenggarakannya di areal persawahan.

Bagi masyarakat luas terutama di kalangan fotografer, seni bela diri tradisional ini juga lebih dikenal dengan silat bagalimang luluak atau silat lanyah menjadi objek yang sangat menarik.

Tidak jauh berbeda dengan silat pada umumnya, silat bagalimang luluak ini tetap menampilkan gerakan silek khas Minangkabau. Tentunya, di setiap perguruan silat akan memiliki gerakan yang berbeda-beda. Bagi Perguruan Silek Tuo Tanjung Bungo, pergelaran silat bagalimang luluak diselenggarakan sehabis panen padi atau sebelum sawah akan kembali ditaman oleh para petani.

“Silat bagalimang luluak selalu diselenggarakan sebelum para petani kembali menggarap sawah mereka,” ucap Midun, guru Silek Tuo tTanjuang Bungo Batu Patah.

Midun menambahkan, jika silat bagalimang luluak ini juga sebagai ajang silaturahmi peguruan silek tuo di Sumatra Barat.

“Pada pertemuan kali ini turut dihadiri oleh perguruan silat dari Pariamam, Solok Selatan, dan beberapa daerah lainnya,” tutur Midun.

Selain itu, bagi pecinta fotografi dan videografi, seni bela diri yang dimainkan di dalam lumpur ini memiliki nilai keindahan tersendiri. Buktinya, di setiap penyelenggaraan kegiatan, selalu dihadiri oleh puluhan fotografer.

Karena pertemuan yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, pertemuan perguruan silek tradisional ini juga dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 73. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB