Ayo tangan di Atas Jangan di Bawah Terus

Penulis -

Minggu, 4 Maret 2018 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kalau masih bertahan dengan sikap tangan di bawah, maka nasib umat Islam takkan berubah. Umat akan terus-menerus berkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

Pengusaha muslim Chairul Tanjung mengemukakan hal itu dalama cara silaturrahim nasional Dai se-Indonesia Ikadi, Minggu (4/3) di
Asrama Haji Padang. Menurut dia, yang suka pasrah akan menyuburkan kemiskinan. “Mari memberi sedekah, bukan lagi menerima,” kata dia. Di sanalah ia melihat peran pemeriontah harus ada, minimal sebagai pendorong, agar “mobil” umat bisa melaju kencang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Ulama mesti diberi pengertian tentang pentingnya mengatasi masalah kemiskinan. Ulama ini nanti yang akan didengarkan oleh ummat,” ujar pria yang akrab disapa CT itu di hadapan 500 dai yang datangdari seluruh Indonesia.

CT juga menawarkan melalui koperasi, dai bisa masuk ke dalam jaringan ritel yang dimiliki CT lewat Transmart yang ada di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Ketua Umum Ikadi, Ahmad Satoli Ismail menyebutkan pertemuan menghasilkan 10 rekomendasi untuk kebaikan ummat dan bangsa.
Apa 10 poin itu? Pertama meningkatan dan memperkokoh dakwah rahmatan lil’alamin dengan manfaat media, terutana media sosial. Kedua, selalu membentengi ummat dari aliran yang mengancam akidah dan
keutuhan NKRI. Tiga membantu umat dalam memilih pemimpin bangsa terbaik. Empat tetap bersatu dalam melawan hal-hal yang merusak ideologi dan keutuhan bangsa. Lima mengutuk LGBT dan mengajak mereka untuk kembali ke fitrah. Enam dukungan kepada pemerintah untuk berperan aktif dalam menyelesaikan konflik antar bangsa. Tujuh memperkuat peran sebagai mitra pemerintah. Delapan merekomendasikan komitmen untuk pembinaan dai dan organisasi. Sembilan pembentukan Badan Wakaf Ikadi untuk umat. Terakhir harus memdeteksi masalah aktual di masyarakat. (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB