Asrama Gratis Bagi Anak Tanah Datar yang Menuntut Ilmu di Kota Kembang, Mau?

Penulis -

Minggu, 16 Desember 2018 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Bandung, Jawa Barat Bertekad majukan pendidikan anak nagari. Visi ini tersatukan dalam Sebuah seminar dengan tema, “Peranan Perantau Minang Dalam Kemajuan Pendidikan Anak Nagari” di salah satu hotel di Kota Kembang.

Prof. Dr. Musliar Kasim menyebutkan, jika orang Minang yang merantau, akan selalu ingat kampung halaman, dan akan melakukan berbagai hal untuk kemajuan tanah kelahiran mereka. Berkirim uang untuk sanak saudara, membangun rumah, sarana ibadah dan hal lainnya merupakan wujud yang kerap dilakukan perantau.

Namun, mantan wakil menteri pendidikan ini mengatakan saat ini belum banyak perantau yang dapat memperhatikan pendidikan, karena mereka pikir pendidikan adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Padahal, dalam Undang-Undang Pendidikan disebutkan jika pendidikan tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, namun juga elemen masyarakat.

“Dengan seminar yang digagas IKTD Kota Bandung ini akan bisa diketahui masyarakat sebagai apa peranannya nanti dalam membangun pendidikan. Walau kita ketahui ada alokasi anggaran pemerintah 20 persen untuk pendidikan namun itu belum mencukupi,” kata mantan Wamen Pendidikan RI Prof. Dr. Musliar Kasim.

Menurutnya putra Lintau ini, pemerintah memberikan beasiswa pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu, namun hal tersebut baru sebatas SPP hingga tingkat SLTA.

“Bagaimana dengan kelengkapan lain, seperti pakaian, transportasi dan lain-lain tentu tidak tercover oleh pemerintah. Ini perlu diperhatikan begitu juga untuk sarana dan prasarana pendidikan yang lain terutama untuk membantu para siswa maupun mahasiswa. Jadi peran perantau sangat dibutuhkan, seminar ini sangat strategis untuk membangun pendidikan di kampung halaman, dan ini perlu sinergisitas antara pemerintah daerah dengan perantau,” ucapnya.

Ketua IKTD Bandung Yusparman menyampaikan bahwa, seminar dihelat berdasarkan pengamatan dari beberapa tahun belakangan, dimana anak-anak Tanah Datar yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia makin berkurang.

“Melalui seminar ini diharapkan, dapat melahirkan pemikiran bagaimana perantau dapat meningkatkan pendidikan anak-anak di kampung halaman dengan ikutnya berkontribusi bagi pendidikan di kampung halaman,” ucapnya

Sementara iyu, Syafriadi ketua pelaksana seminar menyebutkan, kedepannya pendidikan anak nagari di Tanah Datar dapat disokong penuh para perantau. Ia juga berharap dengan adanya asrama bagi mahasiswa Tanah Datar di Kota Bandung dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena asrama gratis bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Bandung dan sekitarnya.

“Usai seminar ini kita berharap dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Daerah dan DPRD Tanah Datar agar asrama ini dapat diisi bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Kota Bandung, dan mereka fokus belajar karena tidak lagi dipusingkan dengan biaya kos atau tempat tinggal yang makin hari makin tinggi,” ulas Syafriadi.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Drs. Mukhlis, mengapresiasi seminar yang digagas perantau Tanah Datar di Kota Bandung tersebut,

“Disinilah lahir inovasi-inovasi dan pemikiran bagaimana kampung halaman kedepan,” ucapnya.

Seminar yang dilaksanakan satu hari penuh tersebut menampilkan beberapa pembicara diantaranya Ir. Eriyon Agust. IPM (Ketua APINKREI), Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, (Mantan Wamendiknas RI), Dr. Rahmat Hollyson Maiza, M. AP, (Akademisi), Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM (Mantan Staf Ahli Menpan), Riswandi, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB