Tanah Datar, Prokabar – Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Bandung, Jawa Barat Bertekad majukan pendidikan anak nagari. Visi ini tersatukan dalam Sebuah seminar dengan tema, “Peranan Perantau Minang Dalam Kemajuan Pendidikan Anak Nagari” di salah satu hotel di Kota Kembang.
Prof. Dr. Musliar Kasim menyebutkan, jika orang Minang yang merantau, akan selalu ingat kampung halaman, dan akan melakukan berbagai hal untuk kemajuan tanah kelahiran mereka. Berkirim uang untuk sanak saudara, membangun rumah, sarana ibadah dan hal lainnya merupakan wujud yang kerap dilakukan perantau.
Namun, mantan wakil menteri pendidikan ini mengatakan saat ini belum banyak perantau yang dapat memperhatikan pendidikan, karena mereka pikir pendidikan adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Padahal, dalam Undang-Undang Pendidikan disebutkan jika pendidikan tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, namun juga elemen masyarakat.
“Dengan seminar yang digagas IKTD Kota Bandung ini akan bisa diketahui masyarakat sebagai apa peranannya nanti dalam membangun pendidikan. Walau kita ketahui ada alokasi anggaran pemerintah 20 persen untuk pendidikan namun itu belum mencukupi,” kata mantan Wamen Pendidikan RI Prof. Dr. Musliar Kasim.
Menurutnya putra Lintau ini, pemerintah memberikan beasiswa pendidikan bagi keluarga yang tidak mampu, namun hal tersebut baru sebatas SPP hingga tingkat SLTA.
“Bagaimana dengan kelengkapan lain, seperti pakaian, transportasi dan lain-lain tentu tidak tercover oleh pemerintah. Ini perlu diperhatikan begitu juga untuk sarana dan prasarana pendidikan yang lain terutama untuk membantu para siswa maupun mahasiswa. Jadi peran perantau sangat dibutuhkan, seminar ini sangat strategis untuk membangun pendidikan di kampung halaman, dan ini perlu sinergisitas antara pemerintah daerah dengan perantau,” ucapnya.
Ketua IKTD Bandung Yusparman menyampaikan bahwa, seminar dihelat berdasarkan pengamatan dari beberapa tahun belakangan, dimana anak-anak Tanah Datar yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia makin berkurang.
“Melalui seminar ini diharapkan, dapat melahirkan pemikiran bagaimana perantau dapat meningkatkan pendidikan anak-anak di kampung halaman dengan ikutnya berkontribusi bagi pendidikan di kampung halaman,” ucapnya
Sementara iyu, Syafriadi ketua pelaksana seminar menyebutkan, kedepannya pendidikan anak nagari di Tanah Datar dapat disokong penuh para perantau. Ia juga berharap dengan adanya asrama bagi mahasiswa Tanah Datar di Kota Bandung dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena asrama gratis bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Bandung dan sekitarnya.
“Usai seminar ini kita berharap dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Daerah dan DPRD Tanah Datar agar asrama ini dapat diisi bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Kota Bandung, dan mereka fokus belajar karena tidak lagi dipusingkan dengan biaya kos atau tempat tinggal yang makin hari makin tinggi,” ulas Syafriadi.
Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Drs. Mukhlis, mengapresiasi seminar yang digagas perantau Tanah Datar di Kota Bandung tersebut,
“Disinilah lahir inovasi-inovasi dan pemikiran bagaimana kampung halaman kedepan,” ucapnya.
Seminar yang dilaksanakan satu hari penuh tersebut menampilkan beberapa pembicara diantaranya Ir. Eriyon Agust. IPM (Ketua APINKREI), Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, (Mantan Wamendiknas RI), Dr. Rahmat Hollyson Maiza, M. AP, (Akademisi), Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH, MM (Mantan Staf Ahli Menpan), Riswandi, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.(eym)
















