Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa

Penulis -

Senin, 20 September 2021 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Aspek-aspek fonologi mempunyai hubungan dengan dan aplikasi terhadap pembelajaran keterampilan bahasa karena pertama, ketika seseorang yang mempunyai pendengaran yang normal menerima atau mendengar bahasa pertama maka ia telah memperoleh fonologi pada bahasa pertamanya tersebut.

Perkembangan sistem fonologi seseorang dimulai dari anak-anak yang dapat mengucapkan kata pertama dalam bahasa serta memiliki makna.

Kedua, dalam pembelajaran bahasa, fonologi mempunyai peran yang penting dalam bahasa tulis maupun perkembangan pada bahasa keduanya.

Seorang guru yang memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang fonologi maka hal tersebut akan membantunya dalam pengajaran bahasa.

Fonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Fonologi merupakan kepekaan terhadap struktur bunyi pada suatu bahasa.

Kepekaan fonologis adalah kemampuan seseorang dapat membedakan bagian terkecil dari suatau ujaran yang terdapat dalam bentuk kata maupun silabel.

Kemudian kepekaan fonemis adalah kemampuan seseorang yang dapat membedakan bunyi bahasa serta dapat membedakan makna seperti bunyi /c/ dan /j/ pada kata /cari/ dan /jari/ perbedaan kedua bunyi tersebut dapat membedakan makna sehingga bunyi /c/ dan /j/ merupakan fonem yang berbeda.

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa kemampuan berbahasa seseorang tidak dapat dilepaskan dari kepekaan fonologis dan kepekaan fonemis.

Ilmu kebahasaan tentang fonologi dan sistem bunyi diperlukan dalam pembelajaran bahasa karena bahasa pertama seseorang bersifat bunyi.

Dengan mempelajari fonologi dan sistem bunyi seorang pelajar pengetahuan tentang bunyi-bunyi bahasa merupakan dasar utama dalam mempelajari suatu bahasa.

Jika seorang guru memahami tata bahasa fonologi maka pengajar bahasa akan terhindar atau dapat meminimalkan kesalahan dalam pelafalan maupun penulisan fonem yang terdapat dalam bahasa tersebut.

Pengenalan dan pengetahuan sistem bunyi (fonologi) bahasa yang dipelajari membantu dalam belajar membaca ini dapat dibuktikan ketika anak-anak dapat mengenal bunyi kemudian bunyi-bunyi bahasa tersebut disusun berdasarkan struktur menjadi sebuah silabel atau morfem terikat dan berkembang menjadi sebuah kata atau morfem bebas.

Dengan adanya pengetahuan sisitem bunyi ini maka seorang anak akan dapat suku kata yang terdapat dalam kata serta kata yang terdapat dalam kalimat.

Tahapan yang harus dilakukan untuk belajar membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing adalah dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang sistem fonetis.

Fonetis adalah mepelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Artinya dalam sistem fonetik pembelajar hanya mepelajari bagaimana pelafalan bunyi bahasa dan menelaah bagaimana bunyi bahasa tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Selain itu dalam fonetik juga dipel ajari bagaimana pelafalan symbol dari suatu bahasa. Dengan memahami symbol fonetik tersebut maka pelajar dapat dengan mudah membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing.

Ilmuwan bahasa dan guru bahasa menjadi mitra ilmiah dalam sebuah program pembelajaran bahasa ini dapat kita lihat bahwa seorang ilmuwan bahasa dapat menghasilkan berbagai temuan yang terbaru mengenai ilmu bahasa tetapi para ilmuwan bahasa tidak mampu untuk mengajarkan hasil temuan mereka tersebut.

Maka yang lebih layak untuk menyampaikan hasil temuan dari ilmuwan bahasa tersebut adalah guru bahasa. Hal ini disebabkan karena guru bahasa menguasai teori dan model pembelajaran.

Fonologi dan pengenalan sistem fonetis dan fonemis tidak dapat diabaikan dari dalam pembelajaran bahasa karena dalam bahasa tertentu tinggi rendahnya (unsur suprasegmental) suatu tuturan dapat membedakan makna, pengenalan sistem fonologis memiliki peran yang penting dalam metode pembelajaran dan Teknik dilapangan.

Dengan memberikan pengenalan awal kepada para pelajar maka kita bisa menyiapakan langkah-langkah yang lebih spesifik untuk mengembangkan metode pembelajaran.

Dengan memanfaatkan hasil kajian fonologi para pembelajar dan mahasiswa Ilmu keguruan bahasa dapat membuat pengembangan dalam mengajarkan bahasa ke-2 dengan hasil kajian fonologi tersebut.

Selain itu pembelajar dan mahasiswa Ilmu Keguruan Bahasa dape membuat bahan ajar yang menarik dan menyenangkan mengenai bunyi-bunyi bahasa. Kemudian kajian fonologis merupakan langkah awal yang perlu di pelajarai seorang pengajar untuk memberikan pengajaran kepada para pembelajar bahasa. (***)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB