Aprila Wulandari, Wanita dengan Profesi Teknisi Elektromedis di SPH

Penulis -

Kamis, 22 April 2021 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar.com – Sosok Kartini tergambar dalam perjuangan Aprila Wulandari. 

Aprila Wulandari berprofesi sebagai teknisi elektromedis di Rumah Sakit Semen Padang (SPH).

Sampai saat ini sudah tiga tahun dia menjalani profesi itu di SPH.

Bahkan dia merupakan satu-satunya teknisi perempuan di rumah sakit tersebut.

Wulan sapaan akrab Aprila Wulandari ccccccccccccccccccmenuturkan,  perempuan jarang melakoni profesionya itu.

Memang, profesi teknisi mayoritas dilakoni laki-laki.

Baca Juga:

Wulan memang tak pernah memimpikan menjadi seorang elektromedik.

Tapi takdir membawanya menjalani profesi elektromedik hingga saat ini.

“Dulu saya tidak memiliki cita-cita menjadi teknisi alat medik di Rumah Sakit.”

“Setelah wisuda dan masuk dunia kerja hal itu menjadi berbeda.”

“Saya merasa lebih tertantang melakukan hal baru yang sebelumnya belum pernah saya lakukan sampai saya melakoni profesi ini,” tutur Wulan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pendidikan Aprilia Wulandari

Wulan merupakan alumni Poltekes Siteba Padang pada tahun 2015.

Di sana, Wulan mengambil jurusan Teknik Elektromedik yang kini mengantarkannya sebagai satu-satunya Elektromedik perempuan di SPH.

Sejak masuk kuliah, Wulan mencari tahu apa saja tentang elektromedik dan memikirkan rencananya setelah wisuda.

Setelah tahu tentang Elektromedik, Wulan merasa memiliki peluang yang cukup besar untuk dunia kerja.

Menurutnya Elektromedi tidak hanya bekerja di Rumah Sakit, bahkan keilmuannya bisa masuk ke perusahaan lain.

“Kenapa saya mau menjadi elektromedik? Ya karena saya merasa profesi itu dapat menjadi bagian dari masa depan saya.”

“Tidak harus menjadi persoalan karena biasanya mayoritas pria. Jadi saya pun ingin menjadi wanita dengan profesi elektromedik,” katanya.

Selama menjadi Elektromedik peremuan, Wulan tak sekalipun mendapatkan pengalaman terkait gender.

Baca Juga Milenialisme.com

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Perlakuan yang selama ini ada dari rekan seprefoesinya sangat baik dan menyenangkan.

Bahkan ada juga sebagai dari pria rekan seprofesinya yang bangga melihat seorang perempuan di bidang Elektromedik.

Di sinilah minat dari pria seprofesinya tumbuh untuk membawa adik perempuan mereka ke jurusan yang sama dengan Wulan.

Perempuan 27 tahun tersebut bercerita, ada berbagai suka dan duka selama menjalani profesi sebagai Elektromedik.

Namun, Wulan menganggap hal itu wajar karena pria dan wanita memiliki cara berpikir, emosional dan lainnya yang berbeda.

Baginya, semua hal itu kembali kepada pribadi masing-masing yang menjalaninya.

“Motivasi saya, walau bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki. Saya tidak menjadikan itu halangan. Selagi saling menghargai dan punya potensi kenapa tidak?” tegas Wulan.

Hari Kartini bagi Aprilia Wulandari

Hari Kartini, Wulan sangat bangga menjadi perempuan yang memiliki profesio Elektromedik.

Baginya, tidak semua orang bisa seperti dirinya yang harus menyesuaikan diri di lingkungan orang yang tidak begitu banyak wanita.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Seperti yang kita ketahui, ibu Kartini sendiri dalam sejarah, beliau yang berperan penting dalam mempelopori kesetaraan pria dan perempuan di Indonesia.”

“Jadi walaupun bekerja dengan gender lebih dominan pria, saya akan berusaha tetap melakukan yang terbaik selagi bisa,” terangnya.

Wulan berpesan pada perempuan atau Kartini lainnya di tempat yang berbeda agar tidak perlu merasa takut untuk mencoba hal baru terutama di bidang pendidikan atau profesi yang dominan pria.

Pria atau wanita, berhak untuk mendapatkan berbagai hal yang diinginkan untuk menjadi masa depannya.

“Untuk seluruh srikandi di seluruh Indonesia, jangan takut akan perbedaan yang menjadi momok untuk kalian di masa depan.”

“Karena masa depan sendiri itu ada di tangan kalian, bukan di tangan orang lain.”

“Jika profesi dan tempat lingkungan kalian bekerja mungkin lebih dominan pria, maka ingatlah bahwa saling menghargai itu penting.”

“Dengan begitu orang lain pun juga menghargai kalian walaupun berbeda gender,” tuturnya. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB