Anomali Cuaca di Sumsel Picu Kekeringan dan Karhutla

Penulis -

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Prokabar — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain kemunduran musim hujan di Sumsel dan Indonesia, serta cuaca kering dan angin kencang.

“Akibat Anomali Cuaca, potensi hujan diprediksi ada di tgl.27 – 30 Oktober 2019,” ujar Nuga, dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (26/10).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hari Tanpa Hujan di Tahun 2019 lebih panjang dibanding Tahun 2018 yang saat ini mengalami 30 Hari Tanpa Hujan, sehingga kondisi ini menjadi sumber pemicu kekeringan di beberapa lahan gambut yang mengakibatkan karhutla, terlebih di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang notabene lahan nya merupakan lahan gambut.

“Anomali cuaca adalah kondisi tidak teraturnya cuaca yang menyimpang dari keadaan normalnya secara rata-rata,” terangnya.

Sementara itu Kepala BPBD Prov Sumsel, Iriansyah menjelaskan tentang upaya-upaya yang di lakukan Pemprov Sumsel bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat dalam mengatasi Karhutla antara lain tambahan Heli untuk Water Bombing, Pesawat TMC, Penambahan Pasukan.

“Kemrin (25/10), Gubernur Sumsel H.  Deru bersama Kapolda Irjen.Pol.Firli Bahuri dan Pangdam II SWJ Mayjen Irwan, telah memberangkatkan pasukan tambahan berjumlah 500 personil dari unsur TNI,Polri, Pol PP dan BPBD untuk membantu pasukan yang telah ada dalam memadamkan Karhutla di Kab.OKI,” ujar Iriansyah.

Dirinya mengatakan, Pemprov mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan doa dan sholat istisqo meminta hujan, untuk mengatasi Karhutla. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB