Palembang, Prokabar — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nuga Putrantijo menjelaskan, saat ini terjadi Anomali Cuaca yang berdampak pada beberapa hal antara lain kemunduran musim hujan di Sumsel dan Indonesia, serta cuaca kering dan angin kencang.
“Akibat Anomali Cuaca, potensi hujan diprediksi ada di tgl.27 – 30 Oktober 2019,” ujar Nuga, dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (26/10).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, Hari Tanpa Hujan di Tahun 2019 lebih panjang dibanding Tahun 2018 yang saat ini mengalami 30 Hari Tanpa Hujan, sehingga kondisi ini menjadi sumber pemicu kekeringan di beberapa lahan gambut yang mengakibatkan karhutla, terlebih di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang notabene lahan nya merupakan lahan gambut.
“Anomali cuaca adalah kondisi tidak teraturnya cuaca yang menyimpang dari keadaan normalnya secara rata-rata,” terangnya.
Sementara itu Kepala BPBD Prov Sumsel, Iriansyah menjelaskan tentang upaya-upaya yang di lakukan Pemprov Sumsel bersama TNI, Polri dan elemen masyarakat dalam mengatasi Karhutla antara lain tambahan Heli untuk Water Bombing, Pesawat TMC, Penambahan Pasukan.
“Kemrin (25/10), Gubernur Sumsel H. Deru bersama Kapolda Irjen.Pol.Firli Bahuri dan Pangdam II SWJ Mayjen Irwan, telah memberangkatkan pasukan tambahan berjumlah 500 personil dari unsur TNI,Polri, Pol PP dan BPBD untuk membantu pasukan yang telah ada dalam memadamkan Karhutla di Kab.OKI,” ujar Iriansyah.
Dirinya mengatakan, Pemprov mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan doa dan sholat istisqo meminta hujan, untuk mengatasi Karhutla. (*/hdp)
















