Tanah Datar, Prokabar – Alek nagari pacuan kuda Wirabraja 2018 dihadiri ribuan penonton di Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak, Minggu siang. Pada hari pertama ini, pacuan kuda turut disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Walikota Dan Wakil Walikota Bukitinggi, ketua DPRD, serta Forkopimda di lingkungan Pemkab Tanah Datar.
Wirabraja pacu kuda open race dan tradisional 2018 dibuka secara resmi oleh Dandrem 032/WBR brigjen Mirza Agus. Jelang dimulainya pacu kuda, Dandrem Mirza Agus terlebih dahulu menyerahkan bendera pordasi kepada dewan steward.
“Olahraga adalah Sarana pemersatu. Untuk itu, dengan terlaksana pacu kuda ini, kita bersama sama hadir disini, kita bertekat melaksanan untuk tidak mengulangi kejadian yang lalu,” ujar Dandrem dalam sela sela sambutannya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, mengucapkan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, terkhusus kepada panitia pelaksana Kodim 0307/Tanah Datar.
“Mari kita ikuti alek pacu kuda ini dengan tertib dan saya minta waktu salat, kegiatan dihentikan sejenak,” ujar Bupati.
Pacu kuda yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti sebanyak 63 ekor kuda, 4 diantaranya berasal dari provinsi tentangga seperti. Sumatra Utara 2 ekor, Aceh 1 ekor dan Jambi 1 ekor. Selebihnya, diikuti kuda dari berbagai kabupaten kota di Sumatera Barat.
Pada hari pertama (21/10) akan memperlombakan 10 kelas diantaranya, Kelas E terbuka 1200 M, Kelas CD 3 th (remaja), 1200 M, Kelas 3 Handycap 1200 M, Kelas 2 Handycap 1200 M, Kelas AB 3 th Derby Sumbar 1400 M, Kelas 2 Handycap 1800 M, Kelas Lokal/Sagalo 600 M, Kelas Draf Bugih Baru 2400 M dan Kelas Draf Bugih Lama 3200 M.
Sebelumnya, alek nagari pacu kuda di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak sempat tertunda pelaksanaannya karena persoalan tapal batas Nagari, antara Nagari Baringin dan Nagari Saruaso.(eym)
















