Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

AKBP Bagus jadi Wakapolrestabes Medan: Lama di KPK, Obrak-Abrik Kampung Manggilang

Dibaca : 3.1K

Padang, Prokabar – Belum lebih satu tahun menjadi Kepala Kepolisian Resor Pariaman, Polda Sumbar, nama Ajun Komisaris Besar Polisi Bagus Suropratomo Oktobrianto muncul dalam surat telegram Kapolri, Minggu (8/4/2018) bernomor ST/970/IV/KEP./2018. Penggantinya AKBP Andry Kurniawan, dari Dit Krimsus Polda Sumbar.

Alumnus Akpol 1998 itu, dipercaya pimpinan Polri, menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Polda Sumatera Utara. “Iya, mas. Mohon do’a dan dukungannya,” kata AKBP Bagus, kepada Pro Kabar beberapa jam setelah telegram itu beredar di internal Kepolisian. Bagus akan menggantikan AKBP Tatan Dirsan Atmaja, yang setahun bertugas dan jadi Kabid Humas Poldasu.

Sumber Pro Kabar di lingkaran Polri menyebut, tidak gampang bagi seorang Kapolres di Sumbar, ‘masuk’ ke Polda Sumut menduduki job AKBP mantap atau dapat jabatan Kombes Pol. Apalagi jadi Wakil Kapolrestabes Medan. “Pak Bagus itu sosok polisi yang berintegritas, kami bangga,” kata sejumlah wartawan di Padang.

Kapolres Bagus, memang dikenal sebagai polisi yang humanis dan berintegritas. Dia konsisten menggerakan Promoter dan menguatkan trust publik. Sebelum bertugas di Pariaman, Bagus Suropratomo tercatat sebagai Kapolres 50 Kota. Di batas Sumbar-Riau itu, dia punya sederet kenangan yang sulit dilupakan warga, apalagi anak buahnya.

Bagus, santer jadi perbincangan warga Sumbar, setelah menggerakan pasukannya untuk mengobrak-abrik kampung Manggilang, di jalan Sumbar-Riau, Pangkalan Koto Baru. Manggilang, dulunya dikenal sebagai kampung rawan kejahatan.

Tak hayal , kendaraan yang melintas di jalan negara, kerap jadi sasaran perampokan dan minimal pemalakan. Belum lagi, pola kehidupan sebahagian masyarakat di Manggilang yang keras dan bebas, kerap dijuluki sebagai ‘texas-nya’ tapal batas dua Provinsi. Kabar Manggilang ‘angker’ untuk ‘disentuh’ ini, sudah menjadi rahasia umum masyarakat Sumbar.

Bahkan, polisi yang beberapa kali hendak ‘menjemput’ warga Manggilang dalam serangkaian kasus, bisa-bisa diburu oleh kelompok masyarakat. Pernah pula kejadian di zaman Kapolres Yoyok Sri Nurcahyo (kini Kombes Pol), Tim SK4 (gabungan Polri, TNI dan Pol PP) yang hendak menangkap pelaku judi di rumah-rumah warga, kena serang balik.

Motor aparat dibakar, kemudian, petugas gabungan dikejar. Operasi SK4 yang gagal ini, terjadi beberapa tahun nan lalu.
Puncak kegeraman polisi sampai, begitu seorang murid SD diperkosa kelompok penjahat “The Bandits” pimpinan Icap Maek. Kawanan ini juga merampok perhiasan orangtua bocah.

AKBP Bagus yang menjadi Kapolres 50 Kota di dekade 2015-2017, langsung melakukan tindakan terukur dan mem-BKO-kan personil Brimob. Sebanyak 400-an polisi, dikerahkan mengobrak abrik Manggilang. Operasi dilakukan subuh hari.

Seorang pelaku pencurian dan pemerkosaan, tewas diterjang timah panas dalam kejar-kejaran dengan polisi di dalam hutan. Sedangkan beberapa lainnya, ditangkap. Mereka yang ditangkap itu, antara lain pimpinan kelompok The Bandits Icap Maek dan Anggil. Icap Maek, dihukum atas dua perkara. Vonis kedua perkaranya 20 tahun dan 16 tahun.

Selain itu, Bagus juga sukses mengamankan jalannya Pilkada Limapuluh Kota yang bersengketa ke Mahkamah Konstitusi. Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan yang diusung PDI Perjuangan, PKB dan PPP terpilih secara demokrasi pada 2016. Beberapa laporan pengaduan, juga berhasil diredam Kapolres.

Kini, di Pariaman, AKBP Bagus juga tengah sibuk-sibuknya memperkuat kesiapan pengamanan jalannya Pilkada Kota Pariaman 2018. Sebagai anggota Satgas Nusantara, Satuan Tugas khusus bentukan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Bagus tidak henti-hentinya mengkampanyekan perlawanan terhadap praktik ujaran kebencian dan kabar bohong (hoax).

Kapolres merangkul semua kandidat, untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak ada perbedaan pelayanan. Perlakuan yang sama bagi kandidat Kepala Daerah, ditunjukan Polres Pariaman Kota.

Bertugas di Pariaman, Bagus diberi gelar kehormatan oleh masyarakat adat setempat. Begitu pula istriya, Ny Rizha Bagus, mendapat gelar pula. Kapolres juga mendorong, kemajuan pariwisata di Pariaman. Dia menggerakan, semangat bersih-bersih pinggiran pantai. Mengadopsi pola pelayanan wisata di Bali, tempatnya pernah bertugas.

ALUMNI KUNINGAN
AKBP Bagus Suropratomo, merupakan lulusan Akpol 1998 yang lama mengabdi di kantor anti rasuah ‘Kuningan’. Bagus lama menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan berbaur dengan sejumlah pimpinan KPK. Beragam kasus menonjol di Tanah Air tak luput dari penyelidikan dan penyidikannya.

Bertahun-tahun di KPK, Bagus pindah ke Bareskrim Polri tepatnya di Direktorat Tindak Pidana Korupsi. Sebelum bertugas di KPK, Bagus lama pula di Polda Bali. Dia pernah berdinas di sejumlah Polres dan berpengalaman di dunia reserse. (VBM)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top