Peristiwa

Air Laut Penuhi Pemukiman Warga di Anyer, BMKG : Bukan Tsunami

Dibaca : 765

 

Jakarta, Prokabar – Masyarakat di sekitar Pantai Anyer dan Lampung Selatan dikagetkan dengan adanya air laut naik yang menerjang bangunan di sekitar pantai pada (22/12) pukul 21.30 WIB. Gelombang naik cukup besar juga bersamaan dengan kencang. Sebagian warga mengira adalah gelombang tsunami, akibatnya tak sedikit warga yang mengungsi.

Informasi makin berhembus kencang sehingga membuat warga panik. Salah satu isu tersebut adalah karena letusan Gunung Anak Krakatau. Lalu BMKG menyatakan informasi itu Hoax.

“Fenomena ini disebabkan oleh adanya gelombang pasang. Apalagi saat ini sedang bulan purnama sehingga menyebabkan permukaan air laut naik,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BMKG telah melaporkan tidak ada gempa besar yang dapat membangkitkan tsunami, baik gempa di sekitar Selat Sunda maupun di Samudera Hindia. Jadi fenomena yang ada saat ini bukan tsunami. Tidak ada tsunami di wilayah Indonesia saat ini.

“Fenomena gelombang pasang ini  tidak ada hubungannya dengan gempa dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejak tadi pagi memang terjadi erupsi, namun erupsi kecil yang tidak menimbulkan pengaruh kenaikan gelombang air laut,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan data pasang surut dari papan pengukuran (tidegauge) dari BMKG, beberapa data menujukkan bahwa memang terjadi pasang yaitu:
a. Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9 meter.
b. Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 meter.
c. Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 meter
d. Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 meter.

BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD dan relawan masih melakukan penanganan di lapangan. Evakuasi dilakukan di beberapa tempat. Pendataan dan penanganan masih dilakukan.(laf)

 


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top