Bengkalis, Prokabar — Hampir sepanjang tahun, Provinsi Riau dikepung oleh kabut asap. Tebalnya kabut asap yang menyelimuti membuat masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar. Salah satu wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan adalah Kabupaten Bengkalis, Riau.
Terkait kondisi tersebut, ACT Duri dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) turut membantu DAMKAR Mandau dan Polsek Mandau untuk memadamkan api.
Pemadaman difokuskan di kawasan Area 10 PT. CPI, perbatasan antara Desa Harapan Baru dan Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan dimana terdapat sejumlah titik api.
Tim Program ACT Duri melalui keterangan tertulis yang diterima Prokabar menjelaskan Aksi ACT dan MRI dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sekaligus ikut serta memadamkan api yang masih berkobar. “Alhamdulillah setelah melihat kondisi kebakaran, tim ACT dan MRI Duri membantu memadamkan titik-titik api yang masih hidup,” ungkap Andika.
Sementara itu, Komandan Regu DAMKAR Mandau mengatakan, di Desa Harapan Baru sendiri kondisi api tidak mudah di padamkan, karena kondisi dasar permukaan dari tanah gambut sehingga membuat api tidak tampak jelas.
“Dengan kondisi seperti itu, api tidak tampak, namun asap terus hidup, mengakibatkan pohon tumbang dengan sendirinya, hal ini terus terjadi karena api membakat dasar tanah dan akar-akar dari pepohonan. Kita harus memastikan bahwa asap betul-betul hilang sampai habis ke akar-akarnya. Jika masih ada asap, maka angin dan cuaca panas akan menyebabkan asap kembali hidup dan membakar lahan yang ada,” jelas Jefri.
Sebagai bentuk pencegahan dari kabut asap sekaligus edukasi kepada masyakat, ACT Duri memberikan masker gratis kepada pengguna jalan. “Kami juga mengajak para dermawan untuk membantu masyarakat yang terkena ISPA, penyakit paru-paru, pernapasan, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh kabut asap. Para dermawan bisa menyalurkan kepedulian terbaiknya melalui ACT,” sambung Andika kembali.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk meringankan korban terdampak kabut asap denga menyalurkan bantuan melalui ACT atau Indonesia Dermawan.
“Hingga saat ini, jutaan saudara terancam penyakit ISPA bahkan hingga pnemonia. Sekolah pun terpaksa meliburkan kegiatan belajar-mengajarnya. Dampak kabut asap juga merugikan pertanian, peternakan, hingga sektor bisnis jasa. Kepedulian kita selamatkan jiwa jutaan saudara sebangsa.” harapnya. (*/hdp)
















