ABS-SBK Kembali Digaungkan di Puncak Pato Tanah Datar

Penulis -

Minggu, 16 Desember 2018 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato Adat Mamakai sebagai identitas masyarakat Minangkabau selama imi kembali dikukuhkan di Puncak Pato, Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utar,a Kabupaten Tanah Datar. Puncak pato juga dikenal sebagai tempat lahirnya Sumpah Sati Bukik Marapalam.

Unsur tigo Tungku Sajarangan (ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai serta bundo kanduang) sepakat untuk menjaga amanah Sumpah Sati Bukik Marapalam. “Tagak kami indak bakisa, duduak indak baraliah, kok hiduik ka dipakai, mati kaditumpang, kami pacik arek ganggam taguah, nan tabuhua takabek arek dalam pituah Adat Basandi Syara’, Syara Basandi Kitabullah, Adaik Bapaneh, Syara’ Balinduang, Syara’ Mangato Adaik Mamakai”.

Isi Sumpah Sati Bukik Marapalam dibacakan oleh A. Dt Mangkhudum serta penandatangannya dilakukan unsur ninik mamak yang diwakili Ketua LKAAM Tanah Datar Hafzi Dt. Batuah, unsur alim ulama diwakili Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, unsur Cadiak Pandai diwakili Akademisi Prof. Mestika Zed, unsur Bundo Kanduang diwakili Prof. Rauda Thaib serta disaksikan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Dr. Yunizal Yunus dari Bakor KAN Sumbar.

Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan, menyikapi perkembangan terakhir masyarakat Sumatera Barat yang merupakan daerah asal Minangkabau, rasa khawatir dan cemas tidaklah cukup. Kemaksiatan yang menjadi-jadi seperti perzinahan, perbuatan kaum sodom (LGBT), narkoba, perjudian dan lainnya, sudah sepatutnya masyarakat Minangkabau untuk melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap kondisi dan langkah-langkah masa lalu.

“Muhasabah ini diharapkan bisa menjadi titik tolak lahirnya langkah-langkah ke depan untuk Ranah Minang yang ideal dalam cerminan ABS-SBK, Adat Mangato Syara’ Mamakai, yang selama ini diagung-agungkan,” ucap Buya Gusrizal.

Terkait Sumpah Sati Marapalam, Buya katakan walaupun pakar sejarah tidak sepakat tentang kapan terjadinya peristiwa itu, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah menjadi bai’at bersama masyarakat Minangkabau dalam mengimplementasikan tuntunan syariat dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu diulang kembali komitmen yang sudah disepakati bersama.

“Mengambil petunjuk dakwah dari para Nabi yang membawa ajaran tauhid dari semenjak nabi Adam AS sampai Muhammad SAW, ternyata mengukuhkan nilai-nilai kebaikan yang menjadi prinsip hidup merupakan keharusan,” sebut Buya mengutip ayat Alquran Surat Annisa : 163 dan hadist Rasulullah SAW.

“Komitmen ini telah goyah, harus kita kuatkan kembali, pilihannya adalah membiarkan atau menguatkan kembali, maka MUI Sumbar memilih menguatkan dan perlu dukungan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kandung, dan pemerintah,” tegas Buya.

Sementarabitu, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya mengungkapkan pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung kegiatan ini.

“Berawal dari diskusi sederhana saya dengan Buya Gusrizal tentang ABS-SBK, kegiatan ini untuk menjabarkan nilai-nilai ABS-SBK dan untuk memastikan apakah Sumpah Sati Bukik Marapalam itu benar-benar ada atau hanya cerita saja, mengingat ada berbagai pendapat tentang ini,“ terang bupati.

Dikhawatirkan, jika hal ini terus berlangsung maka generasi muda Minangkabau dimasa akan datang tidak lagi paham tentang ABS-SBK, sejarah tempat sumpah sati dicetuskan, serta tahun dicetuskannya.

“Dalam seminar hal ini bisa kita kupas bersama-sama, kemudian bisa dilahirkan rekomendasi-rekomendasi tentang  sejarah Sumpah Sati Bukik Marapalam, kalau masih ada ragu, silahkan lakukan lagi penelitannya,” saran bupati lagi.

Bupati menympaikan walaupun ada perdebatan tentang kegiatan ini, tetapi ini merupakan niat baik untuk meluruskan sejarah dan mewarisi kepada generasi muda. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB