Budaya

Abdur Rahman Al khalidi, Parewa yang Tobat dan Ciptakan Silek Kumango

Dibaca : 651

Tanah Datar, Prokabar – Siapa yang tak kenal silek Kumango. Silek yang terkenal dengan jurus lembutnya dan fleksibel untuk mengalahkan lawan.

Silek Kumango identik dengan gerakan menghindar seperti “mengalah”, namun segera dibalikkan untuk mendapat situasi yang menguntungkan.

Sehingga di tengah suatu gerakan yang lembut akan muncul tindakan yang keras terhadap lawan.

Syekh Abdur Rahman Al khalidi atau yang kemudian lebih terkenal dengan sebutan Syekh Kumango hidup pada masa 1812 hingga 1932. Dia adalah pencipta Silek Kumango yang tersohor itu.

Sebelum menjadi Syekh, Abdur Rahman Al Khalidi dahulunya merupakan seorang yang kuat dalam berkelahi. Pada masa itu lebih dikenal dengan sebutan Parewa.

Ia seorang penjual barang kelontong yang selalu berputar-putar dari satu daerah hingga ke daerah lain, bahkan sampai ke Malaysia.

Dengan modal “Bagak” yang dimiliki, ia tidak takut keluar masuk suatu daerah untuk berjualan barang kelontong dari Kumango.

Berdasarkan cerita yang turun temurun Syekh Kumango mengajarkan Agama Islam tarekat Samaniyyah dan Naksyabandiyah. Perpaduan ajaran itu kemudian diselaraskan dengan gerakan silat.

Hingga akhirnya lahirlah Silek Kumango perpaduan lahir dan bathin. Dimana hakekatnya, “Lahia Mancari Kawan, Batin mencari Tuhan”, yang kental dengan unsur Islam.

Dari waktu ke waktu, silek ini kemudian terkenal luas bahkan hingga ke luar negeri. Silek ini hingga sekarang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebelum menjadi Parewa, kabarnya Syekh Kumango waktu mudanya dahulu pernah mengaji kepada Syekh Abdurrahman Batu Hampar di Payakumbuh.

Karena terpengaruh lingkungan, Syekh Kumango akhirnya tumbuh menjadi Parewa yang berjiwa bagak.

Hingga pada suatu ketika, ketika Syekh Kumango tengah berjualan di kedainya di Kota Padang, dia berjumpa dengan seorang peminta-minta.

Saat itu entah karena apa sebabnya, darah muda Syekh Kumango naik pitam kepada orang yang minta-minta tersebut, hingga diajaknya berduel didalam kedainya.

“Dari cerita yang saya dapat, mereka bacakak (berkelahi) satu lawan satu didalam kedai Syekh Kumango yang pintunya ditutup. Namun, dalam bacakak itu, Syekh Kumango kalah dari orang itu. Dari situlah akhirnya muncul niat Syekh Kumango untuk mengikuti (belajar) kepada orang tersebut,” ujar Iis Zamora, Wali Nagari Kumango.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top