Merayakan Kebebasan Berpikir DI Akhir Tahun 

Penulis -

Jumat, 31 Desember 2021 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – “Kami sudah merdeka sebelum Indonesia menjadi negara merdeka“, kata Dr. Ivan Adilla mengutip akan betapa pentingnya mengingat dan membaca kembali karya-karya A.A. Navis yang berjuang akan kebebasan dan pentingnya kemerdekaan dalam berpikir, termasuk mencemooh bentuk-bentuk otoriter dalam kehidupan.

Hal itu diungkapkan peneliti dan penulis Ivan Adilla dalam rangkaian penutupan Festival Kado Akhir Tahun untuk A.A. Navis pada Kamis, (30/12) malam di Pustaka Steva Nanggalo, Padang.

Sebelumnya, selama dua bulan secara berturut-turut, Pustaka Steva bersama Sumatra Institute telah menggelar berbagai diskusi dan kajian tentang karya-karya dan kehidupan A.A Navis, penulis dan budayawan Indonesia yang berasal dari Minangkabau.

“Hal yang paling saya ingat dari A.A. Navis adalah ia seorang wartawan, orang yang gelisah melihat sesuatu yang tidak benar, terutama menyangkut pemerintahan dan rakyat kecil. Hal ini yang belum ada tandingannya hingga hari ini,,” kenang wartawan senior dan penulis sejarah Khairul Jasmi mengingat sosok Navis.

Sebelum A. A. Navis tutup usia pada tahun 2003, tokoh literasi Indonesia Yusrizal KW mengatakan bahwa ia banyak berinteraksi dengan A. A. Navis. “Sumbangsih A. A. Navis terhadap intelektualitas di Indonesia banyak, terutama untuk menumbuhkan semangat orang-orang muda. Dia mencintai anak-anak muda, dan dia membantu apa saja.

“Festival ini kami adakan karena sudah tak banyak lagi yang mengenang karya A. A. Navis. Navis terlupakan justru di zaman dan kondisi yang ditentangnya. Ototriter dan kebodohan,” kata Uyung Hamdani, direktur Festival Kado Akhir Tahun untuk Navis. Menurut Uyung lagi, gagasan ini akan diadakan Pustaka Steva dan Sumatra Institute tiap tahun.

Pada malam puncak festival ini, Robby W. Riyodi Bersama bonekanya Ge menampilkan dongeng dengan tema Pak Mentri Mau Datang, adaptasi dari sebuah cerpen A.A. Navis tentang bagaimana sibuknya orang-orang di daerah menyambut mentri yang akan berkunjung ke daerah mereka hingga sekolah diliburkan dan anak-anak sekolah harus diikut sertakan dalam pawai menyambut Pak Mentri yang pada akhirnya memang tidak jadi datang. Pada penutupan festival ini juga diisi pembacaan puisi oleh Renjana Jiiwatrisna, M Andreanda Dwi Putra, akustik oleh grup UKS Unand,UKKES UNP dan Dangau Studio.

Penyair Irman Syah bersama musisi Fandi Pratama yang tergabung dalam grup musik Sarueh Buni Bumi memukau penonton dengan pembacaan puisi penutupan tahun 2021 sebagai ajang berbenah manusia. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB