Semut Rangrang, Si Pebasmi Hama dan Ide Edukasi Vaksina Covid-19

Penulis -

Senin, 25 Oktober 2021 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

semut rangrang

semut rangrang

Prokabar.com – Semut Rang-rang acap kali terlupakan dalam pembasmian hama, terutama dalam usaha tani Jeruk Nipis. 

Pada usaha tani ini, hama yang biasa menyerang adalah Pianggang.

Hama ini dapat menyebabkan buah Jeruk Nipis rontok atau lepas dari pohonnya.

Hazhia Nabila Ahadi, Mahasiswa Jurusan Biologi, Unand.
Hazhia Nabila Ahadi, Mahasiswa Jurusan Biologi, Unand.

Bahkan Pianggang ini dapat menyebabkan buah Jeruk Nipis menguning dan membusuk.

Semut Rangrang dapat membasmi hama tersebut dan sudah teruji selama 300 tahun.

Semut ini jauh lebih ampuh mengendalikan hama Pianggang ketimbang menggunakan pestisida atau zat kimia lainnya.

Dalam buku Mengenal Serangga di Sekitar Kita karya S. Djoewari mengatakan semut Rangrang bukan sembarang semut. Mereka unik dan berbeda dari jenis semut lainnya.

Pandemi dan Romantisme Keluarga dalam Perspektif Komunikasi

Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abad yang lalu.

Sekitar tahun 300 Masehi di Canton (Cina), semut ini berguna untuk mengusir hama pada tanaman jeruk.

Orang mengambil sarang-sarang semut ini dari hutan, memperjualbelikannya, lalu meletakkannya di pohon-pohon jeruk jenis unggul.

Penggunaan teknik ini sampai abad ke-12, sementara di Cina masih berlaku sampai saat ini.

Offenberg dan Wiwatwitaya mengatakan bahwa semut Rangrang terbukti ampuh dalam mengendalikan hama pianggang, kutu jeruk coklat, dan larva kupu-kupu jeruk, pada tanaman jeruk di Thailand dan Vietnam.

Hal ini membuktikan bahwa semut Rangrang sama efektifnya dengan bahan kimia.

Pada tahun 2009, Van Mele dan Cuc menyebut Rangrang sebagai predator pemangsa larva dan pengganggu betina penghisap buah untuk meletakkan telur jeruk.

Dengan adanya semut rangrang di pohon jeruk, aktivitas penebaran larva hama penggerek batang jeruk bisa terkendali.

Untuk penyebaran semut merah pada tanaman jeruk cukup dengan memindahkan sarang dari pohon inangnya, seperti dari pohon cokelat ke pohon jeruk.

Populasi semut merah akan bertambah setelah 2 -3 jam. Setelah koloni semakin besar populasinya maka ratu semut merah harus membuat koloni baru untuk berkembang biak.

Kita dapat menganalisis bahwasanya dalam pengendalian hama tidak melulu menggunakan proses kimia.

Penanganan hama juga bisa menggunakan proses biologis dengan metode makhluk hidup melawan makhluk hidup.

Proses penanganan hama menggunakan semut Rangrang ini memberikan kita pemahaman tentang vaksinasi Covid-19 yang masih membuat banyak orang cemas.

Pemahaman Vaksinasi dari Semut Rangrang

Di Kecamatan Padang Ganting, Kota Padang, pembasmian hama menggunakan semut Rangrang ini sudah terjadi.

Namun, kebanyakan mereka tak menyadari bahwa proses tersebut sama dengan proses vaksin.

“Warga enggan untuk divaksin Covid-19, sedangkan mereka sudah terbiasa ‘memvaksin’ jeruk-nipisnya dengan keronggo (semut rangrang).”

“Mereka tidak menyadari bahwasanya proses tersebut sama halnya dengan proses vaksin yang mereka cemaskan dan takuti,” ujar Abu Hasymi.

Abu Hasymi juga petani Jeruk Nipis di kecamatan Padang Ganting, dia rutin mengampanyekan vaksinasi Covid-19 di lingkungannya.

Abu Hasmi berharap warga di Kecamatan Padang Ganting tidak takut untuk vaksin, sebab keseharian mereka dengan Rangrang dan Pianggang merupakan siklus vaksinasi dalam tubuh.

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, dengan biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, serta bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri.

Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Nah, berdasarkan pengertian vaksinansi yang sudah dijelaskan di atas, pemberian semut rangrang pada batang jeruk nipis sama halnya dengan pemberian vaksin covid-19 kepada manusia, yaitu dengan cara virus melawan virus.

Begitu pula pada jeruk nipis, semut rangrang melawan pianggang, yaitu sama-sama menggunakan metode makhluk hidup melawan makhluk hidup dalam membasmi penyakit atau permasalahan terhadap makhluk hidup itu sendiri.

Jadi, setiap nongkrong di kedai-kedai kopi, bapak Abu Hasymi selalu memberikan pemahaman kepada rekan-rekannya mengenai paralelisme antara ‘pemvaksinan’ jeruk nipis yg sering mereka lakukan dengan proses vaksin covid-19.

Diharapkan warga menjadi paham maksud dan tujuan dari vaksin sehingga warga tidak takut dan bersedia untuk divaksin.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB