Program Memandikan Penyu.
Pariaman, Prokabar – Salah satu program yang langsung melejit yang berhasil mendatangkan tamu yang cukup banyak pada saat itu adalah Memandikan Penyu.
Program ini saya adopsi dari konservasi gajah di Tangkahan Kabupaten Langkat Sumut yang akhirnya bisa membawa tamu yang cukup banyak dan pendapatan income yang luar biasa buat konservasi tersebut.
Ide saya untuk konservasi tersebut dalam program “Memandikan Gajah” bisa dijual Rp. 250.000 / orangnya. Dan justru membuat ringan kerja orang yang kerja di konservasi tersebut karena sebelumnya yang memandikan gajah mereka.
Selain itu saya dan TDC juga mengajak setiap tamu kami untuk ikut penanaman Mangrove dan transplantasi Terumbu Karang. Kawasan yang dulu gersang sekarang menjadi rindang.
Lahan mangrove di Desa Apar ini luasnya lebih kurang 10 hektar. Kawasan ini terletak di dua desa (Desa Apar dan Desa Ampalu). Statusnya tanah ulayat nagari yang kepemilikannya meliputi 4 desa (Desa Apar, Desa Mangguang, Desa Ampalu dan Desa Tanjuang Saba). Penguasaan lahan berada di bawah wewenang Kerapatan Adat Nagari (KAN). Tapi, dalam praktek di lapangan, ada beberapa masyarakat juga mengklaim itu lahan milik mereka.
Lahan ini meliputi pantai, hutan pinus, talao (talago), kawasan mangrove dan ada konservasi penyu. Lahan berbatas dengan laut, sungai Muaro Mangguang, areal persawahan dan pemukiman warga.
Kawasan mangrove ini di bawah tahun 2010, kondisinya sangat kritis akibat ditebangi oleh warga sekitar. Batang Mangrove diambil untuk kayu bakar dan kayu bangunan.
Program rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan Mangrove ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak lama oleh pemerintah. Areal banyak ditanami bibit Mangrove. Namun bibit dan areal tak dipelihara dengan baik.
Pada tahun 2010 saya menantang TDC bagaimana menyulap kawasan Mangrove yang kritis ini menjadi kawasan wisata Edukasi Konservasi Mangrove yang belakangan kami namai Pariaman Mangrove Edupark.
Berbagai pendekatan kami lakukan kepada pemilik lahan dan semua pihak, termasuk kepada warga sekitar. Yang menggerakkan adalah adik-adik anggota TDC yang kebetulan warga nagari setempat.
Sejak adanya pelaksanaan paket wisata edukasi konservasi tersebut dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat setempat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan Mangrove lebih masif dilakukan.
Penanaman bibit Mangrove dilaksanakan hampir tiap pekan dengan melibatkan berbagai kelompok wisatawan maupun anak-anak sekolah yang kebetulan berkunjung le konservasi penyu dan berkegiatan di kawasan mangrove.
Bibit yang ditanam dijaga dan dirawat. Monitoring dilaksanakan secara berkala. Pendataan juga terus dilakukan. Semua melibatkan adik-adik anggota TDC yang sebagian besar anak-anak muda kampung nelayan. Mereka berpartisipasi sambil belajar.
Beberapa tahun setelah itu, bibit yang ditanam tumbuh bagus. Kawasan ini berubah total menjadi areal tanaman mangrove yang hijau dan lumayan luas. Sementara upaya penanaman di lahan-lahan potensial masih terus dilakukan melalui program edukasi.
Lahan yang dulu kritis, berubah jadi hijau. Beberapa habitat/biota kawasan mangrove yang dulu sempat tak ditemukan lagj di kawasan ini, setelah mangrove tumbuh bagus, habitat itu muncul kembali, termasuk habitat burung.
Sembari terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada tamu wisatawan yang datang ke konservasi Penyu, kepada masyarakat sekitar akan arti penting kawasan Mangrove, supaya pohon dalam areal Mangrove tak lagi ditebangi kami juga terus mengajak anak-anak muda sekitar kawasan bergabung melaksanakan misi penyelamatan Mangrove Apar ini.
Alhamdulillah seiring perjalanan waktu, semakin banyak adik-adik pemuda warga desa sekitar kawasan yang mau bergabung dengan TDC, ikut dalam gerakan penyelamatan Mangrove, konservasi Penyu dan juga Terumbu Karang.
Adik-adik pemuda kampung nelayan ini diikutkan berbagai pelatihan. Mulai dari pelatihan dan sertifikasi selam, pelatihan dan sertifikasi pengelola kawasan konservasi, termasuk pelatihan di bidang pariwisata. Sebagian dari mereka kini bekerja di Konservasi Penyu Pariaman milik DKP Provinsi Sumbar yang dulu di bawah Pemko Pariaman. (rud)
















