Prokabar.com, Agam – Sekolah di Sumatera Barat (Sumbar) belum bisa mengadakan proses belajar tatap muka secara efisien selama pandemi Covid-19.
Anggota DPRD Sumbar Rafdinal mengatakan proses belajar tatap muka yang efisien masih tergantung pada situasi dan kondisi.
Saat ini kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PPKM) masih belum membolehkan belajar tatap muka.
Rafdinal sangat mengharapkan kebijakan PPKM segera berakhir dan situasi kembali normal.
Sebab proses belajar tatap muka seperti sebelumnya sangat menjanjikan ketimbang belajar daring.
Liga 1: Bek Muda Asal Lubuk Alung, Memburu Menit Bermain di Madura United
Agar proses belajar tatap muka ini kembali seperti sediakala, masyarakat harus taat pada Protokol Kesehatan (Prokes).
“Kita berharap kebijakan PPKM ini segera berakhir dan kembali normal, tentu ini berkait dengan ketaatan pada prokes,” ungkap Rafdinal pada Prokabar.com, Senin (16/8).
Rafdinal melanjutkan, saat peluang belajar tatap muka sudah mendapatkan izin, maka sekolah harus maksimal mengejar ketertinggalan siswa.
“Kalau sudah ada peluang, pihak sekolah harus kejar ketertinggalan siswa yang sedang belajar,” pinta Rafdinal.
Updat Minggu (15/8), kasus terkonfirmasi positif di Sumatera Barat mencapai 81.886 kasus.
Dari total kasus ini, sebanyak 11.447 orang masih dalam peratawan.
Sisanya meninggal sebanyak 1.794 orang dan sembuh 68.645 orang.
















