Hak Para Petinggi Dipangkas di Olimpiade Tokyo: Atlet Kalungkan Medali Sendiri

Penulis -

Minggu, 18 Juli 2021 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, prokabar – Di setiap UPP (Upacara Penghormatan Pemenang) di setiap iven olahraga, salah satu item tetapnya adalah pengalungan medali. Hal itu biasanya menjadi hak para petinggi olahraga atau pejabat setempat.

Namun, hak istimewa para petinggi itu dipangkas di Olimpiade Tokyo 2020. Masih tingginya kasus COVID-19 di Jepang membuat Olimpiade Tokyo 2020 harus melakukan beberapa penyesuaian.

Salah satunya, para atlet di hajatan multi-event terbesar dunia ini bakal mengalungkan medali sendiri ke lehernya demi menekan penyebaran virus corona.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers. Menurut dia, banyak pertimbangan yang dilakukan panitia untuk melindungi para atlet dan penyelenggara agar tetap aman.

“Perubahan yang sangat signifikan akan dilakukan pada upacara penyematan medali tradisional di 339 pertandingan. Medali tak akan dikalungkan di leher, tapi diberikan kepada atlet di atas nampan. Kemudian, atlet akan mengalungkannya sendiri,” kata Bach dikutip First Post.

Dia memastikan, orang-orang yang terlibat dalam upacara pemberian medali nanti bakal menjalankan protokol yang sangat ketat. Medali nantinya tak akan disentuh oleh siapapun sebelum sampai ke tangan para atlet yang memenangkan lomba.

“Dapat dipastikan, orang yang akan meletakkan medali di nampan bakal melakukannya hanya dengan sarung tangan yang sudah didisinfeksi. Sehingga atlet yakin tak ada yang menyentuh medali itu sebelumnya,” ujar Bach.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan perlakukan yang dilakukan Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) saat melakukan upacara penyerahan medali di Piala Eropa 2020.

Pendekatan yang dilakukan panitia Olimpiade Tokyo berbeda dengan Piala Eropa 2020. Dalam prosesi penyematan medali, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin secara langsung mengalungkan medali di leher para pemain di final kompetisi dalam beberapa pekan terakhir.

Tak hanya itu, Ceferin pun berjabat tangan dengan para pemenang, termasuk kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, yang meraih gelar sebagai pemain terbaik dalam ajang ini.

Bach tak mau mengikuti apa yang sudah dilakukan UEFA, karena pandemik COVID-19 di Jepang (Asia) dan Eropa memang berbeda. “Tidak akan ada jabat tangan dan tidak akan ada pelukan selama upacara,” bebernya.

Jika dalam situasi normal, medali Olimpiade biasanya diberikan anggota IOC atau pejabat terkemuka di badan pengatur olahraga, saat pertandingan sudah menghasilkan pemenang. Hal itu tentu berbeda dengan wacana sebelumnya di mana para peraih medali bakal dikalungkan dan bisa berjabat tangan saat menang dengan menggunakan masker.

Tak hanya itu, IOC juga memastikan bakal menggunakan suara riuh, seperti yang sudah pernah dilakukan dalam pertandingan sepak bola. Hal itu dilakukan agar para atlet tetap merasakan atmosfer pertandingan yang bagus di Olimpiade kali ini.

“Kebisingan penonton yang direkam dari setiap pertandingan di Olimpiade sebelumnya akan dimasukkan ke dalam arena sebagai salah satu dari beberapa cara untuk mendukung para atlet,” terang Bach.

Atlet juga bakal terhubung secara langsung melalui layar dengan para penonton, keluarga, dan teman-temannya. Hal itu sudah pernah dilakukan dalam pertandingan NBA selama masa pandemik ini.

Olimpiade Tokyo 2020 bakal dibuka pada 23 Juli 2021 dalam keadaan darurat dan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di kota tersebut.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar
Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026
Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar
Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda
POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030
Ukir Sejarah, Timnas Bola Voli Putra Indonesia Juara Asia 2026
Kejurnas Kempo Wilayah Sumatera 2026, Atlet Pesisir Selatan Raih Enam Medali
PS Nagari Sungai Dareh Gulung PS Nagari IV Koto Pulau Punjung 1-0

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:40 WIB

POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB