Sumbar Itu, Muhammadiyah atau Tarbiyah?

Penulis -

Minggu, 3 Juni 2018 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Ramadhan ini elok juga membaca-baca sejarah pemikiran Islam di Minangkabau. Kata orang di sini banyak Muhammadiyah, kata yang lain, malah Tarbiyah Islamiyah.

Mana yang benar? Kaum Tua berkembang di pedesaan Minangkabau dengan berbagai bentuk tarekat. Maka jika memulai puasa tidak sama, itu merupakan hal wajar.

Tarbiyah

Tarbiyah praktik agamanya hampir sama dengan Nahdatul Ulama. Basisnya di Canduang Agam. Guru besarnya Syekh Sulaiman ar Rasuli. Gurunya antara lain, Achmad Khatib alminangkabawi di Mekkah.
Selain di Canduang sekolah Tarbiyah baru tamat setelah 6 tahun belajar itu, ada di beberapa tempat, satu di antaranya di Jaho, Padang Panjang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Tarbiyah dalam praktik agamanya sehabis shalat Subuh, Magrib dan Isya pakai kunut. Shalat pakai bismillah dan kepada Nabi menyebut Saidinah. Dalam praktik yang lebih dalam dan ritual lainnya, banyak lagi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Muhammadiyah

Pusatnya di Padang Panjang dengan tokohnya Buya Hamka. Tentu saja beberapa kebiasaan Tarbiyan tidak ditemukan di Muhammadiyah.
Soal khilafiah itu tak pernah jadi masalah di Minangkabau, termasuk shalat Taraweh 8 atau 21 rakaat.

Berapa jumlah golongan ini di Sumbar? Tidak terdata dengan baik.

Padang Panjang

Kota ini merupakan pusat modernisasi pendidikan Islam di Minangkabau. Dimulai oleh Encik Rahmah el Yunnisyah yang mendirikan Diniyah Puteri. Dialah satu-satunya putri Minang yang diberi gelar oleh Universitas Al Azhar, Cairo.
Di Padang Panjang pula media Islam berkembang terutama di Thawalib, tak jauh dari Diniyah.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Antara lain inilah yang ikut memberi andil kenapa kota di simpang ini dijuluki Serambi Mekkah.

Nah masalahnya sekarang, kapan lebaran? He he (nrs/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB