Cimahi, Prokabar – Anjuran Presiden Joko Widodo dalam peningkatan produksi alat kesehatan (alkes) buatan anak bangsa mendapatkan sambutan baik.
PT Pharmindo Rimpang Kokoh (Pariko) dan Universitas Achmad Yani (Unjani) sudah menciptakan alkes berteknologi canggih.
Keduanya bersinergi saat menjalin kerjasama di Gedung Rektorat Unjani, Cimahi, Jawa Barat.
Rektor Unjani Hikmahanto Juwana, dr Teguh Tanuwidjaja, Direktur PT Pariko M Biomed, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unjani terlibat dalam penandatanganan kerjasama tersebut.
Baca Juga:
- Menteri Agama Apresiasi Kontribusi LDII Perkuat Ukhuwah Islamiyah
- Menteri Trenggono Ajak TNI AL Optimalkan Potensi Perikanan Budidaya di Pesisir
- Presiden Kembali Tegaskan Tidak Niat Menjabat Tiga Periode
Hikmahanto Juwana mengatakan Unjani banyak menghasilkan inovasi di bidang alkes sesuai hasil penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran maupun teknologi manufaktur.
“Kerjasama ini bagian dari program triplehelix yang meliputi produsen, akademisi dan pemerintah. Industri bisa memanfaatkan hasil penelitian ini,” kata Hikmahanto Juwana.
Menurut Hikmahanto Juwana industri tidak mungkin memproduksi alkses tanpa permintaan.
Dia berharap, pemerintah bisa menciptakan permintaan tersebut untuk mendukung pengembangan produksi alkes dalam negeri.
Baca Juga Millenialisme.com
- Kosmetik Mahal, Perhatikan Tips Cantik Ini
- Empat Fungsi Rendang Khas Minangkabau
- Hoax Menjamur, Media Komunitas Solusi untuk Pembaca
“Karena Unjani di bawah binaan TNI AD, kami berharap TNI AD bisa membuat pengadaan barang jasa dari produk hasil kolaborasi ini,” katanya.
Unjani juga tertarik membuka jurusan baru di FK yaitu Magister Antiaging yang merupakan spesialisasi dari Teguh Tanuwidjaja.
“Beliau sebagai pelaku usaha juga praktisi dan akademisi dengan keahlian di bidang medis. Saya minta Unjani bisa turut buka program Magister Antiaging Medicine.”
“Nanti kita bicara seperti apa tahapannya dan bisa jadi yang pertama di Indonesia sebagai program magister baru di FK,” ucapnya.

Pesan Presiden Joko Widodo
Teguh Tanuwidjaja mengatakan, pesan Presiden Joko Widodo agar Indonesia tidak tergantung produk impor, maka perlu peningkatan produk alat kesehatan dalam negeri.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan inovasi dalam upaya menciptakan alkes.
Langkah strategis ini dapat mendongkrak produktivitas sektor industri termasuk dalam kondisi pandemi saat ini.
“Salahsatunya alkes dengan inisiasi produk dalam negeri wajib dilakukan. Di bidang medis industri alkes masih sangat tertinggal apalagi yang canggih.”
“Kami berusaha mengembangkan industri alkes yang bisa dipakai di rumah sakit dengan basis sains atau berteknologi canggih bahkan bekualitas ekspor dalam rangka mengurangi ketergantungan impor produk alkes,” ujarnya.
Dedikasi produksi alkes ini, kata Teguh, untuk kemanusiaan.
Sebab ituah sangat membutuhkan aspek ilmiah agar produksi alkses berkualitas dan memberi keamanan bagi masyarakat.
“Hasil penelitian ilmiah, baik alumni maupun mahasiswa Unjani sangat perlu sebagai sumbangsih bagi industri untuk mendukung pembuatan produk alkes dalam negeri.”
“Jadi, masyarakat bisa mengimplementasikan dan merasakan manfaat hasil kuliah mahasiswa,” ujarnya. (beb)
















