Randai Siti Baheram Di Ladang Nan Jombang, Mantap Bana

Penulis -

Kamis, 31 Mei 2018 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Randai Siti Baheram, adalah kisah tentang kekayaan, harga diri, kasih sayang dan kejahatan. Randai ini memuat pesan moral yang aktual untuk zaman now.

Begitulah, menurut koreografer Ery Mefri, Kamis (31/5) seni tradisi Minang terus bergairah.
Pada 3 Juni besok, Siti Baheram
akan ditampilkan.

Kewajiban

Menjaga ataupun melestarikan seni tradisi merupakan sebuah kewajiban tersendiri bagi masyarakat yang berbudaya. Banyak hal yang bisa dilakukan agar seni tradisi tidak hilang ditelan waktu atau habis dimakan zaman. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Nan Jombang Dance Company bersama Galombang Minangkabau dengan menyelenggarakan Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3). Festival seni tradisi yang telah memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan dan mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation ini selalu memberikan ruang untuk pelaku serta penikmat seni tradisi setiap tanggal 3 setiap bulan. Untuk itu, pada tanggal 3 juni 2018 besok, FNJT3 kembali hadir dengan pertunjukan randai dari Sanggar Mustika Minang II yang berasal dari daerah Pariaman.

Sanggar yang didirikan pada tahun 2011 dan dipimpin oleh Eka Fitria, S.Sn ini telah tampil di berbagai event di tingkat provinsi ataupun nasional. Beberapa diantaranya, tampil dalam event pameran kerajinan tangan Indonesia Handycraft Trade Fair (INACRAFT) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada tahun 2016 dan juga menjadi juara ke dua dalam Festival Randai se Sumatera Barat pada tahun 2017.

Sebelumnya grup ini juga telah tampil di FNJT3 pada bulan Februari 2018 lalu. Namun kali ini mereka diundang kembali dengan membawakan cerita yang berbeda dan juga dengan ciri khas yang berbeda pula. Bila pada penampilan yang lalu mereka menampilkan cerita randai dengan judul Anggun Nan Tongga, kali ini mereka akan membawakan cerita randai dengan judul Siti Baheram. Randai yang bercerita tentang Siti Baheram yang kaya raya, pemurah serta memiliki keahlian dalam bela diri namun mati di bunuh oleh orang yang tak dikenal ini, juga akan menyatukan gerak indang yang merupakan ciri khas Pariaman di dalam legarannya. Seperti yang diutarakan oleh Junaidi selaku sutradara, “pada Anngun Nan tongga kami menyatukan gerak ulu ambek dan dendang dampiang di dalam legaran, kali ini kami mencoba menyatukan gerak indang dalam beberapa legaran ”, katanya.

Penampilan mereka yang lalu berhasil memukau serta mendapat tanggapan positif dari penonton yang hadir kala itu. Apakah kali ini mereka akan kembali memberikan penampilan seperti sebelumnya atau bisa melebihi?. Silahkan datang untuk membuktikannya dan ikut dalam kemeriahan FNJT3 pada tanggal 3 juni 2018 besok. Namun ada sedikit perbedaan pada FNJT3 kali ini. Kalau biasanya acara dimulai pada pukul 20:00 WIB, namun berhubung perhelatan kali ini bertepatan pada bulan Ramadhan, maka acara akan dimulai setelah shalat tarawih tepatnya pada pukul 22:00 WIB di Ladang tari Nan Jombang, Balai baru, Padang. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB