Komisi II DPR Sidak Gudang Penyimpanan E-KTP

Penulis -

Senin, 28 Mei 2018 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Prokabar – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan inspeksi mendadak ke guadang Penyimpanan E-KTP di bogor. Sidak dilakukan karena adanya pemberitaan mengenai tercecernya E-KTP tersebut ketika hendak dimusnahkan.

“Itu langsung mendatangi gudang penyimpanan aset negara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Wakil Ketua Komis II DPR RI, Nihayatul Wafiroh di Cibinong, Senin (28/5/2018).

Menurut dia, dalam hal ini juga diikuti oleh anggota Komisi II lainnya diantaranya Henry Yosodiningrat, Endro Suswantoro Yahman, Siti Sarwindah, Sutriyono , Firmansyah Mardanoes, dan Aus Hidayat Nur.

Dalam agenda kedatangan tersebut juga melakukan pemeriksaan gudang penyimpanan yang dimana terlihat banyak kardus berisi e-KTP yang berserakan. Dan pada saat itu pegawai setempat sibuk melakukan pemeriksaan e-KTP tersebut.

Namun, dalam hal ini awak media yang berada pada lokasi tersebut tidak diperbolehkan mengambil gambar oleh petugas yang berjaga dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Ia menambahkan dalam upaya tersebut adalah salah satu langkah dimana mendengarkan keterangan hingga e-KTP sampai tercecer. Pasalnya hal tersebut dapat berakibat buruk dan tentunya akan berimbas kepada rumor terkait pemilihan umum kepala daerah serentak.

“Jadi di sini menurut cerita staf dukcapil, seluruh KTP yang bermasalah di daerah itu dibawa ke Jakarta (gudang). Mereka membuat laporan mana yang salah dan sebagainya, karena ada yang rusak karena fisik dan data,” katanya.

Dalam hal itu tentu akan memanggil Mendagri Tjahjo Kumolo untuk menjelaskan permasalah KTP. Dan tentunya akan mempertanyakana keberadaan barang tersebut hingga saat ini belum dimusnahkan.

Lanjut Nihayatul Wafiroh menjelaskan dalam hal ini tentu mempertanyakan kinerja kementerian terkait penyimpanan e-KTP yang rusak, tetapi hingga saat ini belum melakukan pemusnahan.

“Dan ini adalah salah satu kekeliruan dimana permasalahan tersebut seharusnya tidak tersebar, namun dengan adanya keteledoran maka masyarakat mempertanyakan kinerja, bahkan menyangkutpautkan ke Pilkada serentak,” katanya.(cvs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB