Padang, Prokabar — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus menyalurkan kartu paket data gratis untuk pelajar madrasah di berbagai daerah. Di Provinsi Sumatera Barat, XL Axiata bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat telah menyalurkan sebanyak 112 ribu paket internet agar segera bisa dimanfaatkan para pelajar madrasah untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan akan tetap menyalurkan sesuai kebutuhan pelajar Madrasah yang ada di Sumatera Barat.
Secara simbolis penyerahan dilakukan di Gedung Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Padang, Senin (5/10). Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Arifin Dewan Pembina Asosiasi Diskominfo Provinsi se Indonesia (ASKOMPSI) mantan Kadis Kominfo Prov. Sumbar, Yeflin dan Territory Sales Manager XL Axiata area Padang, Toddy C Siburian.
Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi, mengatakan XL Axiata terus berupaya mendukung pemerintah dalam upaya membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, terutama dengan memberikan solusi atas problem masyarakat dalam mendapatkan kuota data untuk mengikuti PJJ.
“Semoga dukungan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk PJJ oleh seluruh pelajar dan guru madrasah yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Seiring dengan penyaluran paket internet ini, XL Axiata juga memastikan kualitas layanan data dan internet tetap maksimal demi kelancaran PJJ.” ungkapnya melalui keterangan tertulis Selasa (6/10).
Desy menambahkan, seluruh 112 ribu paket internet gratis yang diberikan akan disalurkan ke lebih dari 424 madrasah dari total 1.117 madrasah seluruh Sumatera Barat. Pada setiap paket, para pelajar dan guru mendapatkan kartu SIM dan kuota data sebesar 85GB yang bisa mereka manfaatkan selama dua bulan dan sudah langsung bisa dimanfaatkan.
Adapun mekanisme penyaluran paket kuota data gratis ini hingga ke tangan siswa dan para guru akan dilakukan oleh sekolah-sekolah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat. Penyaluran donasi ini akan dilakukan dengan memprioritaskan pelajar kurang mampu yang membutuhkan akses internet untuk kegiatan belajar online, serta disediakan kanal komunikasi untuk diskusi memecahkan masalah teknis operasional sehingga cepat penanganan solusinya.
Kuota itu bisa mereka gunakan untuk akses aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan oleh guru untuk mengirimkan bahan pelajaran atau tugas selama PJJ, yaitu Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, serta Google Classroom. Selain itu, dengan kuota gratis tersebut para pelajar madrasah juga bisa memakainya untuk mengakses bahan pendukung pelajaran yang ada di aplikasi e-learning madrasah, aplikasi Udemy, Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu.
Kuota itu pun juga bisa mereka gunakan untuk mendapatkan materi belajar yang tersediakan di madrasah berbagi yang ada di website https://elearning.kemenag.go.id/madrasahberbagi, Rumah Belajar Kemendikbud yang ada di website https://belajar.kemendikbud.go.id dan Spada Indonesia Kemendikbud di https://spada.kemdikbud.go.id atau https://lmsspada.kemdikbud.go.id/. (rel)
















