Pemerintah Kecam Keras Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad

Penulis -

Kamis, 3 September 2020 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pemerintah Indonesia mengecam keras penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW, oleh tabloid  Prancis, Charlie Hebdo. Penyebabnya, tindakan itu telah melukai umat Islam di dunia, termasuk Indonesia.

“Indonesia mengecam keras publikasi karikatur oleh tabloid Charlie Hebdo yang melecehkan Nabi Muhammad SAW,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam keterangan persnya, Kamis (3/9).

Teuku menegaskan, penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo adalah tindakan provokatif yang melukai umat Islam di dunia, termasuk Indonesia.

“Tindakan ini berpotensi menyebabkan perpecahan antar-umat beragama serta bertentangan dengan prinsip nilai dan demokrasi,” ujarnya.

Penerbitan ulang Nabi Muhammad oeh Charlie Hebdo dilakukan bertepatan dengan dimulainya persidangan 14 terdakwa yang dituduh menyediakan senjata bagi Cherif Kouachi dan Said Kouachi.

Kakak beradik itu adalah pelaku penembakan kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015. Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden tersebut.

Dalam editorialnya pada Selasa (1/9), Charlie Hebdo mengungkapkan, persidangan adalah momen yang tepat baginya untuk mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad.

Charlie Hebdo mengatakan, pascainsiden penembakan kantornya pada Januari 2015, mereka sering diminta mempublikasikan lagi dalam versi berbeda.

“Kami selalu menolak melakukannya. Bukan karena ini dilarang. Hukum mengizinkan kami melakukannya. Namun karena butuh alasan baik untuk melakukannya, alasan yang memiliki arti, dan membawa sesuatu untuk diperdebatkan,” tulis Charlie Hebdo dalam editorialnya, dikutip laman the Guardian.

Charlie Hebdo pertama kali mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad pada 2006. Karikatur itu diterbitkan ulang karena sebelumnya dicetak  surat kabar Denmark, Jyllands Posten.

Penerbitan karikatur Nabi Muhammad segera menuai kecaman luas dari umat Islam. Hal itu dianggap sebagai sebuah penistaan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi,  menugaskan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI di Stockholm, Swedia, untuk mengusut  pembakaran kitab suci umat Islam yakni Alquran di Kota Oslo, Norwegia.

“Terkait kejadian penistaan kitab suci di Swedia, Menlu RI telah tugaskan Kuasa Usaha A.I. RI di Stockholm untuk demarche ke Kementerian Luar Negeri Swedia untuk menyampaikan posisi Indonesia,” ujar juru bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, melalui keterangan tertulisnya.

Faizasyah menegaskan, bahwa posisi Indonesia jelas tertuju pada penghormatan terhadap agama tidak kalah pentingnya dengan penghormatan terhadap demokrasi.

Menlu Retno juga menyampaikan melalui KUAI bahwa kejadian penistaan seperti itu akan memicu aksi pecah belah yang berkelanjutan. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB