Masjid Tuo Kayu Jao, Simbol Akulturasi Islam dan Minang

Penulis -

Jumat, 18 Mei 2018 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Di Sumatera Barat Masjid apa yang paling tua? Banyak versi, tapi MASJID Tuo Kayu Jao yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Masuk dalam daftar masjid tua itu.

Konon, masjid ini didirikan pada tahun 1599. Dalam versi lain bahkan disebutkan, masjid ini sudah ada satu abad sebelumnya. Keberadaan masjid tuo ini membuktikan bahwa pengaruh Islam sudah masuk ke Minangkabau sejak abad ke 15.

Masjid ini menurut sejarahnya didirikan oleh Angku Imam yang bernama Musaur dan Angku Labai sekaligus sebagai Bilal. Pengerjaan masjid dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dahulu kala.

Secara arsitektur Masjid Tuo Kayu Jao ini tergolong unik. Atap mesjid yang bertingkat tingkat menggunakan atap ijuk. Selain itu juga dipadukan antara Islam dan Minangkabau, baik dari makna maupun lambang pada bangunan.

“Ini merupakan panduan kebudayaan lokal dan Islam. Atap masjid disangga oleh 27 tiang, yang menandakan enam suku, yang masing-masing terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah dengan tiga unsur agama, yakni khatib, imam dan bilal,” jelas Mustamik, penjaga Masjid Tuo itu.

Mustamik juga memaparkan ada masjid ditopang dengan 24 tonggak (tiang) dalam yang melambangkan 24 jumlah Ninik Mamak. Kemudian memiliki jendela sebanyak 13 pintu melambangkan rukun salat. Anak tangga memasuki masjid berjumlah 5 undakan, melambangkan Rukun Islam. Masjid dibangun tiga tingkat atapnya yang melambangkan Imam, Khatib dan Bilal dan ada dua lantai melambangkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

“Mulai dari atap hingga lantai, masjid ini punya nilai cerita dan sejarah. Tapi tetap masjid dijadikan tempat beribadah,” kata mustamik lagi.

Beberapa bagian masjid sudah direnovasi, tapi secara keseluruhan tidak mengalami perubahan. Meski telah berusia 5 abad, Masjid Tuo Kayu Jao masih digunakan untuk aktivitas ibadah, mulai dari salat hingga pengkajian agama Islam.(alr)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB