Limapuluh Kota, Prokabar –Menyambut bulan suji Ramadhan 1439 H, Kepolisian Sektor Pangkalan Kabupaten Limah Puluh Kota, Sumatera Barat menggelar kegiatan sunatan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sunatan Massal gratis ini diikuti puluhan anak asal Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Acara ini juga disupport Puskesmas Pangkalan, Bhayangkari, serta Bank Nagari Cabang Pangkalan dan didukung Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Nagari Pangkalan.
Kegiatan tersebut digelar Senin pagi 14 Mei 2018 di Mapolsek Pangkalan di Jalan Raya Sumbar-Riau. Sunat massal gratis yang pertama kali digelar tersebut disambut antusias orang tua anak-anak yang mengikuti kegiatan itu.
Kapolsek Pangkalan, Iptu Abdul Qadir Jailani didampingi Kepala Cabang Bank Nagari cabang Pangkalan, Candra Ikhwan, Kabag Sumda Polres Limapuluh Kota, AKP. Asniwati, Wakapolsek Iptu Muchri Syawir, Kanit Lantas, Ipda Apriman Sural bahkan ikut langsung menyemangati puluhan anak-tersebut untuk tidak takut mengikuti sunat/khitanan tersebut.
Proses khitanan selain dilakukan oleh Tenaga Medis Puskesmas Pangkalan, juga ikut ambil bagian petugas Dokkes Polres Limapuluh Kota. Sejumlah cara dilakukan petugas agar anak-anak yang disunat/dikhitan tidak menangis akibat sakit yang dirasakan saat dikhitan.
Kapolsek Pangkalan, Iptu. Abdul Qadir Jailani mengatakan bahwa Khitanan massal yang digelar di Mapolsek Pangkalan merupakan yang pertama kalinya digelar, kegiatan tersebut juga didukung oleh sejumlah pihak.
” Memang ini kegiatan Sunatan/khitan massal pertama yang digelar di Mapolsek Pangkalan. Kita apresiasi pihak-pihak yang ikut mendukung yang menyukseskan acara ini, sehingga sukses kita gelar.” sebut Kapolsek Pangkalan, Iptu Abdul Qadir Jailani.
Alumnus Akpol ini menyebut, sunat massal gratis sengaja digelar untuk membantu masyarakat. Selain itu juga untuk mendekatkan Polisi dengan masyarakat.
Kanit Lantas Polsek Pangkalan, Ipda. Apriman Sural menambahkan, anak-anak yang mengikuti khitan/sunat massal gratis itu diutamakan bagi anak yatim dan keluarga miskin.
” Ada sekitar 60 orang lebih anak yang mengikuti khitan gratis tadi. Mereka diutamakan dari anak yatim dan keluarga miskin. Usai mengikuti sunat, mereka juga diberi kain sarung, obat-obat serta uang saku. Menariknya, anak-anak yang selesai dikhitan diantar pulang oleh petugas kepolisian,” ujarnya. (VBM)
















