Surabaya, Prokabar – Bom di tiga gereja di Surabaya, memberi indikasi ada masalah dengan keamanan. Negeri makin tak aman jika foto korban berdarah-darah disebar di medsos.
“Itu melanggar kode etik dan melukai kemanusiaan,” kata seorang warga Purwadiman di Surabaya, tadi.
Benar, foto- foto mengerikan jangan menjadi kosumsi publik karena akan dilihat siapa saja.

Banyak imbauan beredar. Ini misalnya :
Udah pada denger kan ya ada teror bom di surabaya? Dari tindakan teror ini, TOLONG:
(1) jangan repost / share / ngeblast foto2 kejadian teror — Kalopun kalian terima, SIMPEN SENDIRI. makin kalian share, makin tercapai tujuan teror.
(2) cari info berita dari media yang sah dan jelas (kompas, metro, republika dll) – jangan dari hasil website abal2 / blog ga jelas. BUKAN SOAL INFO CEPET, tapi INFO YANG BENAR.
(3) stay safe for the next two weeks. Udah mau deket ramadhan – teror mau cari perhatian. Jangan lupa berdoa ya.
Selain itu juga ini ada juga netizen yang share ini :
Imbauan utk rekan2 terkait peristiwa bom bunuh diri di Sby jumlahnya ada sekitar 5 gereja,..
Atas kejadian tsbt Agar jangan menshare foto2 kerusakan dan korban dr aksi terorisme krn akan menyenangkan dan menggelorakan semangat teroris… Kurangi atau hentikan penyebaran foto korban dan/atau kerusakan yg mengerikan. Foto yg mengerikan adalah wujud teror dan provokasi..Menyebarkan foto spt itu merupakan tujuan utama dr teroris… Kita jgn sampai mjd alat dr tujuan teroris. (ina)
















