Jakarta, Prokabar
Senin (7/5) nilai tukar dolar AS tembus Rp 14 ribu, tertinggi sepanjang 2018. Tak tahu apa ada kaitannya dengan stress test yang dilakukan OJK.
OJK melakukan stress test dan muncul kesimpulan, kendati dolar Rp 20 ribu sekalipun, ekonomi Indonesia tetap kokoh.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, menyebut, kuatnya dolar AS disebabkan faktor eksternal. Jika itu masalahnya maka yang bisa mengatasi tak lain bank central, yaitu Bank Indonesia. Salah satu caranya menaikan suku bunga.
Sesi perdagangan pagi, nilai tukar dolar AS dibuka Rp 13.995 kemudian merangkak naik hingga bertengger di angka Rp 14 ribu.
Melihat tren rupiah yang terus loyo berhadap dengan dolar AS, maka berbagai pihak mulai hati-hati. Sejak awal tahun, catatan resmi menunjukkan, rupiah telah anjlok 12,95 persen yaitu dari posisi Rp 12.400 per dolar AS, ke Rp 14 ribu. Akankah rupiah akan babak belur lagi seperti awal-awal reformasi yang tembus Rp 18 ribu? Semoga tidak (*/nrs)
















