Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian 11 Nelayan Pesisir Selatan Dihentikan

Penulis -

Kamis, 6 Februari 2020 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Selama satu pekan pencarian terhadap 11 orang nelayan asal Airhaji, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, yang ditelan ombak sejak Rabu 29 Januari 2020.

Nelayan tersebut hingga Rabu 5 Februari 2020 belum juga kunjung ditemukan, akhirnya pencarian tersebut terpaksa dihentikan oleh tim gabungan, karena sudah melampaui Standar Operasional (SOP).

Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan, Hasnul Karim mengatakan, pencarian dihentikan, setelah tujuh hari pencarian. Sebab, sesuai SOP batas pencarian tim hanya sampai 7 hari.

“Karena belum membuahkan hasil, tim gabungan terpaksa menghentikan pencarian secara resmi,” ujarnya para wartawan di Painan.

Ia menjelaskan, selama satu pekan pencarian, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya dengan maksimal. Melakukan pencarian dengan cara pengisian pantai mendeteksi keberadaan korban dengan alat serba canggih.

“Dan kita juga sudah melakukan penyisiran disetiap pulau yang ada dekat Airhaji. Namun, hasilnya tetap nihil,” jelasnya.

Keluarga korban agar bisa tabah dan bersabar terkait hasil pencarian yang telah dilakukan. Karena, memang selama pencarian dilakukan, tim tidak melihat tanda-tanda keberadaan semua korban.

“Upaya yang maksimal sudah kita lakukan, tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa belum memberikan petunjuk. Jadi kita harap, keluarga tabah dan sabar dan mudahan ada kabar setelah ini,” harapnya.

Ia menambahkan, operasional pencarian ini menggunakan kapal RIB 02 Padang, KN Yudhistira, RIB 02 Mentawai. Tim gabunganpun juga telah mengerahkan helikopter untuk pencarian korban. Dua hari helikopter diturunkan, namun, tidak juga membuahkan hasil, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB