Khawatir Dieksekusi, Warga Blokir Jalan

Penulis -

Kamis, 3 Mei 2018 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Puluhan warga Parupuk Tabing, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, lakukan aksi pemblokiran jalan, Kamis (3/5). Warga menghambat jalannya eksekusi lahan tanah yang diklaim milik suatu kaum di kawasan tersebut. Tanah yang akan dieksekusi itu seluas lebih kurang dua hektare.

Pantauan prokabar.com, puluhan massa tersebut tampak siap untuk menghadang pihak Pengadilan Negeri Padang yang dibantu pengamanan Kepolisian untuk mengeksekusi lahan tersebut.

Mamak Kepala Waris suku kaum Balai Mansiang di daerah Parupuk Tabing, Nofrialdi Sastera mengatakan bahwa luas tanah yang disengketakan tersebut sudah pada posisi perdamaian antar dua suku yakni Balai Mansiang dan kaum suku Guci. Namun salah seorang dari suku Guci, melakukan gugatan.

“Tanah itu sebelumnya sudah kita perdamaikan dengan beberapa mamak kepala waris lainnya, yang juga disaksikan oleh Walikota Padang waktu itu Bapak Fauzi Bahar, pada tahun 2006. Kemudian di Tahun 2016 kita juga kembali melakukan perjanjian damai di rumah Wakil Walikota Padang, waktu itu Bapak Emzalmi,” ungkap Nofrialdi.

Lebih lanjut kata Nofrialdi, ini merupakan eksekusi mereka yang kelima kali, namun gagal, karena tidak sesuai dengan kesepakatan, bahwa ia ingin menguasai lahan tersebut.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman menyebutkan, saat ini pihaknya setelah melakukan negosiasi di lapangan bersama Waka Polresta.

“Tadi kita melihat keadaan kurang kondusif, massa tersebut mulai agak tersulut emosinya untuk menghadang petugas, dari pantauan anggota, sudah ada yang memegang kayu, batu dan juga bom molotov,” sebutnya.

Oleh sebab itu, kata Ediwarman, untuk menghindari bentrok dengan aparat di lapangan polisi melakukan pendekatan persuasif. (Alr)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB